Masjid Jami’ Menggoro, Incaran Wisata Religi di Temanggung

322
Masjid Jami Menggoro menjadi incaran wisatawan peserta wisata religi. (Endri Yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Masjid Jami’ Menggoro yang berada di Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak, Temanggung, masih menjadi incaran wisatawan dalam memilih destinasi wisata religi.

Masjid yang telah berusia ratusan tahun ini tetap menjadi pilihan wisatawan yang akan melakukan wisata religi khususnya di Temanggung. Masjid yang dibangun zaman Sunan Kalijaga pada 1272 M tersebut memiliki nilai sejarah dalam penyebaran Agama Islam di Temanggung.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Imam Masjid Jami’ Menggoro, Bisrul Khafi. Menurutnya, Masjid Jami’ Menggoro merupakan masjid pertama yang dibangun di Karesidenan Kedu.

Diungkapkan, awal mulanya ketika Sunan Kalijaga melakukan perjalanan jauh di tanah barat dan bertemu dengan Kyai Makukuhan Kedu. Sunan Kalijaga dijadikan menantu oleh Kyai Makukuhan dan mempunyai anak bernama Nyai Brintik yang diberi tugas di daerah Karesidenan Kedu sehingga ia membangun masjid di Desa Menggoro Tembarak.

Baca Juga :  Operasi Mantab Brata Candi 2018 Digelar

Pembangunan Masjid Menggoro oleh Nyai Brintik menjadikannya bangunan masjid pertama di wilayah Kedu.

Hingga kini, meskipun telah dilakukan renovasi sebanyak empat kali, 16 pilar atau tiang penyangganya tidak dihilangkan sebagai ciri khas asal mula dibangunnya masjid itu.

“Biasanya pengunjung yang datang dari berbagai daerah akan memadati area dan makam yang ada di komplek masjid itu pada malam Jumat Paing. Selain untuk melakukan ziarah dan mujahadah,” ungkapnya.

Menurutnya, pengunjung yang melakukan ziarah dan mujahadah akan menabur “Kembang M’boreh” (kembang setaman) yang dikasih injet (kapur yang dikasih air), di perempatan desa. Biasanya, saat para pengunjung melakukan penaburan bunga dengan diberi uang recehan yang telah diberi doa oleh juru kunci akan diperebutkan warga. (SM)

Baca Juga :  Mural Sekolah Jadi Proyek Perubahan