Massa Rusak Kantor PN Bantul

164
Kerusakan di PN Bantul yang dilakukan oleh sebuah ormas, Kamis (28/06/2018) siang. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID –Ratusan orang berseragam sebuah Organisasi Massa (Ormas) mengamuk dan melakukan perusakan gedung Pengadian Negeri (PN) Bantul Kamis (28/06/2018) siang. Kerusuhan pecah usai majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Ketua Pemuda Pencasila (PP) Bantul, Dony Bimo Saptoto dengan hukuman 5 bulan kurungan dengan masa percobaan sembilan bulan dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan yakni menghentikan pameran seni Wiji Tukul di Kantor Pusham Universitas Islam Indonesia (UII) Banguntapan pada 8 Mei 2017.

Usai pembacaan putusan, massa melakukan orasi di dalam gedung PN Bantul namun kemudian massa menjadi tidak terkendali. Dalam kejadian kerusuhan tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Adapun merusakan yang nampak adalah kaca ruang sidang, kaca lobi, meja televisi, mesin faks, pintu dan kursi di ruang PN juga nampak berserakan.Beruntung kerusuhan bisa diredam.

Baca Juga :  Pentas Rakyat Tiga Hari, Anak-anak hingga Lansia Tampil

“Tindakan itu adalah spontanitas dari simpatisan dan massa ormas yang banyak juga datang dari Jawa Tengah mensikapi putusan majelis hakim,” kata Doni.

Dirinya menegaskan apa yang dilakukan adalah bentuk kecintaan kepada NKRI. Sebab mereka menghentikan pameran setelah tahu tidak berijin dan berbau komunis.

“Jadi tindakan kami karena kecintaan kepada NKRI dan juga kecintaan kepada Pancasila dan agar paham komunis tidak berkembang,” tandasnya.

Sehingga dirinya juga menyoroti kenapa hakim tidak mempertimbangkan latar belakang secara menyeluruh terhadap pemberhentian pameran seni itu. Selain juga keterangan saksi yang berbeda-beda selama persidangan menurut Doni merupakan bentuk kriminalisasi terhadap dirinya. Sedangkan terkait vonis pihaknya masih pikir-pikir dan akan konsultasi kepada pengurus PP pusat di Jakarta.

Baca Juga :  Pemkab Sleman Prihatin dengan Problema Apartemen
Gedung PN Bantul dirusak massa, Kamis (28/06/2018). (istimewa)

Sementara Ketua PN Bantul Agung Sulistiyono SH menjelaskan terdakwa divonis pidana lima bulan percobaan sembilan bulan dari tuntutan enam bulan pidana dengan percobaam sepuluh bulan.

“Terdakwa dijerat dengan Pasal 335 Ayat 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan,”katanya.

Majelis hakim menunggu tanggapan terdakwa selama tujuh hari ke depan. Jika terdakwa menyatakan banding, maka akan kembali berlanjut ke proses persidangan berikutnya. Jika menerima, maka putusan hakim akan berkekuatan hukum tetap dan terdakwa memulai masa percobaan. (yve)