Masyarakat Belum Melek Investasi PBK

17639
Sthepanus Paulus Lumintang(kiri), Teddy Prasetya (tengah) dan Syaiful Bachri (kanan). (maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Maraknya penipuan berkedok investasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia memperlihatkan masih banyaknya masyarakat yang belum mengenal dengan baik perdagangan berjangka komoditi.

Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya menyatakan hal tersebut dalam Press Conference Sosialisasi Industri PBK dan penyerahan sumbangan tempat sampah kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang, Selasa (15/8) di kantor setempat.

“Seperti yang dilansir media massa, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) selama 2016-2017 telah menutup 81 situs/website perdagangan berjangka karena melanggar aturan, ” kata Teddy Prasetya.

Keputusan tersebut diambil Bappebti karena perusahaan itu tidak terdaftar dan melanggar ketentuab bursa berjangka.

Bappebti bersama OJK, Kepolisian, Kejaksaan, Kemenkeu, Kemenkominfo, BI, PPATK berkoordinasi dengan membentuk satgas untuk menjaring investasi bodong maupun memblokir situs internet pialang ilegal dan pialang lokal yang telah dicabut izinnya.

Baca Juga :  Korban Tanah Longsor Usung Kasur Cari Tempat Aman

“Kami sebagai pelaku di industri PBK dan anggota dari BBJ dan KBI merasa perlu bersama-sama mengedukasi masyarakat cara berinvestasi yang lebih sehat di industri PBK melalui BBJ dan KBI. Potensi yang ada di industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia, ” tambahnya.

Selama ini harus diakui bahwa masyarakat masih awam dengan jenis investasi ini, karena umumnya investasi yang dikenal hanya saham, obligasi, reksadana, deposito dan sebagainya.

“Tambahan, ada citra negatif yang melekat di kalangan pelaku perusahaan pialang. Untuk itu, perlu adanya edukasi yang dimulai dari rekan-rekan media sebagai penyampai informasi yang tepat dengan keterjangkauan yang luas dalam mengembalikan citra positif industri ini, ” lanjut Teddy.

Baca Juga :  Durian Wonogiri Agak Pahit, Harganya Mahal

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Sthepanus Paulus Lumintang dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa saat ini dinamika PBK masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan memberu kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Sementara itu Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) , Syaiful Bachri juga menjelaskan bahwa RFB merupakan perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang PBK yang telah mendapatkan izin dari tahun 2000 bersama Bursa Berjangka Jakarta (BBaj) atau Jakarta Futures Exchange (JFK) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyelenggarakan edukasi dan sosialisasi di Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya mulai Agustus – November 2017.

Rangkain kegiatan edukasi dalam bentuk media workshop dan lomba penulisan jurnaslistik industri PBK di lima kota dengan mengandeng Mayong S Laksono sebagai salah satu juri. (Maharani/yve)