Masyarakat Desa Korban Perkembangan Zaman

230
Ketua PP Muhammadiyah menyampaikan pandangannya dalam acara sarasehan yang digelar di kampus STPMD APMD, Sabtu (04/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Masyarakat yang ada di desa atau masyarakat desa saat ini benar-benar menjadi korban perkembangan zaman serta sistem perpolitikan yang ada. Demikian ungkap Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara sarasehan yang digelar dalam rangka acara reuni Nusantara STPMD APMD yang berlangsung Sabtu (04/11/2017) di kampus setempat.

Saat ini banyak kebijakan pemerintah yang masih dinilai tidak koheren dengan cita-cita nasional terutama tentang pedesaan. Sehingga secara praktis banyak kebijakan pembangunan yang tidak berwawasan pedesaan.

“Inilah yang menyebabkan masyarakat desa menjadi korban perkembangan zaman,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini secara makro ekonomi menjadi persoalan serius dimana kelompok 1 persen mampu menguasai 55 persen. Bahkan ada kelompok yang 30 persen mampu menguasai 70 persen.

“Oleh karena itu pemerintah saat ini berupaya keras untuk membangun pembangunan dari pedesaan sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat desa. Disaat yang sama, masyarakat desa juga melakukan upaya sinergitas dengan berbagai pihak sehingga terbangun jaringan yang semakin kokoh dan berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua STPMD APMD Habib Muhsin mengemukakan bahwa alumni memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus.

“STPMD APMD saat ini memasuki usia yang ke 52 tahun dengan jumlah  lulusan 15 700 alumni. Mereka tersebar di seluruh Nusantara sehingga menjadi potensi yang besar,” ungkapnya

Habib juga mengemukakan bahwa pihak kampus akan terus meningkatkan kualitas hubungan dengan para alumni sehingga sinergi program yang menguntungkan semua pihak.

Rangkaian reuni ini, selain diisi dengan sarasehan juga digelar kegiatan jalan sehat dan pemberian beasiswa. (SM)