Masyarakat Harus Tahu Keterampilan Hadapi Bencana

207
Sri Muslimatun mengukuhkan Desa Maguwoharjo sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana), Kamis (26/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bencana datangnya tidak bisa diduga. Semua masyarakat harus selalu waspada terhadap bencana.

Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman telah mengukuhkan Desa Maguwoharjo sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pengukuhan berlangsung dalam kegiatan Gladi Lapang bertempat di Lapang Kradenan, Maguwoharjo Sleman, Kamis (26/04/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tersebut merupakan upaya mewujudkan semangat dari Undang-undang Penanggulangan Bencana No 24 tahun 2007. UU ini dinilai dapat mengubah cara pandang dalam menyikapi bencana yang semula responsif menuju preventif yaitu pengelolaan resiko bencana.

Baca Juga :  2018, Pemkab Ajukan 12 Usulan Raperda

Wakil Bupati Sleman, Hj Sri Muslimatun menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi momen strategis bagi masyarakat Sleman, khususnya masyarakat di Desa Maguwoharjo untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terkait bencana alam.

“Untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa masyarakat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana. Harapannya, kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat,” kata Sri Muslimatun.

Terkait pembentukan Destana, Wabup menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman terus mendukung pembentukan Destana. Dari Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2018 Kabupaten Sleman telah mengukuhkan sebanyak 41 Destana.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Muslimatun berkesempatan langsung mengukuhkan tim Destana Desa Maguwuharjo yang berjumlah 30 orang terdiri dari unsur Pemerintah Desa, TNI/Polri, tenaga kesehatan, dan para relawan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UGM Latih Penanganan Kecelakaan Air

Sebelumnya mereka telah dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan tentang langkah-langkah mitigasi bencana.

Pada acara tersebut Wabup menyerahkan peralatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), yang diterima oleh Sekretaris Desa Maguwoharjo.

Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto mengatakan, pembentukan Destana merupakan penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana sebagai wujud kesiapsiagaan warga desa dalam menghadapi ancaman bencana.

“BPBD berusaha mengimplementasikan dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat dan pengusaha agar bisa terwujud masyarakat yang tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana,” katanya. (SM)