Masyarakat Harus Waspadai Longsor dan Banjir

121
Longsor akibat hujan deras di SLeman, awal Desembe 2017 lalu. (dok. koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meminta masyarakatnya di daerah rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan saat turun hujan deras.

“Jika durasi hujan deras terasa lama, sebaiknya segera mengungsi ke tempat aman,” kata Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Kamis (11/01/2018).

Menurut Makwan, masyarakat diharapkan juga bisa lebih peka dan tanggap dengan tanda-tanda ancaman bencana, karena pada dasarnya perangkat “Early Warning System” (EWS) sebagai penunjang saja.

“Lebih utama dan penting itu kewaspadaan dari masyarakat, masing-masing harus lebih tanggap dengan keadaan sekitarnya,” ujarnya.

Makwan menambahkan, masyarakat terutama di perbukitan Kecamatan Prambanan agar meningkatkan kewaspadaannya.

“Masyarakat juga harus mewaspadai ancaman banjir luapan sungai saat memasuki musim hujan. Selain sungai yang berhulu di Gunung Merapi, sungai kecil juga perlu diwaspadai potensi bencananya,” jelasnya.

Baca Juga :  Bartender Harus Bisa Jadi Psikolog

Makwan mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya banjir atau limpahan air dari sungai saat musim hujan ini. Terutama jika terjadi hujan lebat di wilayah hulu namun terang benderang di wilayah aliran hilir.

“Kondisi ini bisa memunculkan terjadinya peningkatan debit air di kawasan hilir secara mendadak. Air bisa meluap dan menggenangi sekitar bantaran sungai. Ketika musim hujan seperti ini, masyarakat sebaiknya tidak banyak beraktivitas di sekitar alur sungai,” tuturnya.

Makwan menambahkan, hal tersebut rawan terjadi untuk sungai-sungai kecil yang alirannya melewati areal pemukiman warga, karena air hujan tidak terserap ke tanah dan langsung terbuang ke sungai.

“Jika curah hujan tinggi dan debit air meningkat sementara daya tampung sungai terbatas, air bisa meluap dan berpotensi membanjiri pemukiman,” katanya.

Baca Juga :  Polemik GJH Berlanjut, Pengacara Pengembang Siapkan Langkah Hukum

Kondisi serupa, kata dia, juga berpotensi terjadi di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti Sungai Opak, Kuning, Gendol, Boyong dan Krasak. Namun untuk potensi banjir lahar hujan terbilang kecil mengingat struktur badan sungai saat ini masih banyak palung-palung dalam bekas penambangan pasir.

“Jika hujan deras terjadi di wilayah atas, aliran air yang biasanya juga disertai material akan mengisi palung-palung itu terlebih dulu,” tandasnya.

Untuk itu Makwan mengimbau masyarawakat bersikap waspada. Yang sebelumnya pernah ada luapan, harus waspada. Potensi longsor selama musim hujan ini juga perlu diperhatikan.

“Wilayah yang rawan longsor antara lain di Prambanan dan area Sleman Timur,” pungkasnya. (yve)