Mataf Mahasiswa Baru UMY Berlangsung Meriah

256
Ribuan mahasiswa baru UMY mengikuti Mataf di Sportorium kampus setempat, Senin (27/08/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Masa Taaruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf Maba UMY) Tahun 2018, Senin (27/08/2018), di Sportorium Kampus Terpadu UMY berlangsung semarak.

Kegiatan pengenalan kampus hari pertama yang diikuti oleh ribuan mahasiswa baru tersebut selain diisi berbagai acara yang positif, juga dimeriahkan yel-yel yang terdengar gegap gempita.

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menyampaikan, tahun ini UMY menerima mahasiswa baru sejumlah 5.374 orang yang terbagi menjadi sembilan fakultas.

Yaitu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Pendidikan Bahasa, Fakultas Hukum, Vokasi serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memperoleh kesempatan mengisi acara pembukaan Mataf Maba UMY tahun 2018.

Di hadapan mahasiswa yang mengenakan jaket almamater warna merah hingga memerahkan Sportorium, dia berpesan agar para mahasiswa baru menjadi pribadi yang jujur.

Baca Juga :  Dari Ruang Ini Bupati Bisa Hubungi Seluruh Camat

Selain itu, juga harus bisa menjadi pribadi yang beriman dan berilmu dalam segala aspek. Tiga faktor itu penting untuk menciptakan generasi bangsa yang bebas korupsi dan berkemajuan yang berlandaskan iman.

“Beriman bukan hanya sekadar hablum minallah, tapi harus membentuk pribadi-pribadi yang saleh dalam kehidupan sosial kemanusiaan,” ungkapnya.

Menurut dia,  kejujuran harus tertanam kuat di hati setiap mahasiswa. Langkah ini bisa dimulai dari cara yang paling sederhana. Contohnya,  menghindari tradisi menyontek.

“Saat ini sangat jarang ditemukan pemimpin yang mengutamakan kejujuran. Nyontek itu perbuatan kecil-kecilan latihan korupsi. Jujur itu lebih baik. Kalian bisa berhasil tanpa nyontek. Kalau sudah bisa jujur pada diri sendiri InsyaAllah akan menjadi jujur kepada orang lain,” tuturnya.

Haedar juga berpesan, mahasiswa UMY harus berani mengungkapkan kesalahan jika memang bersalah. Apabila menutupi kesalahan dengan kesalahan yang lain sama artinya melewati satu dusta ke dusta yang lain.

Baca Juga :  Waspadai Benih Simpatisme Terorisme

“Jadikanlah Muhammad SAW sebagai contoh karena beliau mampu menyatukan bangsa Arab dengan sebuah kejujuran, hingga diberikan gelar Al-Amin,” ungkapnya.

Kegiatan Mataf Maba UMY Tahun 2018 berlangsung meriah. (istimewa)

Sementara Gunawan Budiyanto menyatakan mahasiswa baru UMY angkatan 2018 harus menjadi pilar bangsa untuk menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia dengan segenap jiwa raga.

Mahasiswa harus siap menjaga setiap jengkal tanah dari ancaman bangsa asing. Inilah pentingya membela kedaulatan NKRI manakala kedaulatan sudah mulai dijual di Indonesia.

Dalam kesempatan itu alumni UMY yang juga seorang penulis dan pegiat sosial, Fahd Pahdepie, memotivasi para mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan.

Untuk menjadi pribadi yang berhasil harus memiliki mindset dan impian mengejar keberhasilan. Kadang-kadang keberhasilan bukan soal IPK atau setumpuk prestasi tapi juga mengenai keberanian menjalankan mindset dan mewujudkan impian tersebut. (sol)