Mau Donasi, Sekarang Lebih Mudah dengan Galanggo

127
CEO Galanggo.org, Muhamad Luqman Taufiq memperlihatkan start up Galanggo.org di UGM, Senin (08/01/2018). (yvestaputu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ingin berdonasi tanpa repot-repot ? Kini ada caranya, mudah dan cepat dengan Galanggo.org.

Start up ini dibuat oleh sekelompok mahasiswa UGM yang selama ini melakukan kegiatan filantropi dan kerelawanan di bawah inkubasi naungan Direktortay Pengmbangan Usaha Ikubasi (PUI) UGM. Galanggo sekarang ini punya dua fitur utama, yakni Galang Dana dan Galang Relawan. Melalui konsep crowdfunding dan crowdhelping.

“Kami berkomitmen tidak hanya menjadi situs web galang dana tapi memberikan ruang informasi untuk segala kalangan yang tertarik berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang tersedia dalam fitur galang relawan,” ungkap CEO Galanggo.org, Muhamad Luqman Taufiq di kampus setempat, Senin (08/01/2018).

Menurut Luqman, start up itu mulai mereka kembangkan sejak 2014 silam. Perusahaan rintisan bergerak pada aksi kemanusian dengan memanfaatkan media internet dan media sosial untuk menghimpun dana dari filantropi dalam bidang kemanusiaan seperti bidang bencana alam dan sosial.

Baca Juga :  Ketua Fraksi PDIP DPRD Jateng Meninggal Dunia

Penggalangan dana aksi kemanusiaan berawal dari ide pendiri peerusahaan tersebut yang memerlukan dana untuk membantu pengobatan salah anggota kerabat keluarga yang menjadi penyandang disabilitas. Muncul ide menghimpun ide donasi secara online untuk membantu

Namun Galanggo sempat vakum pada 2015 lalu. Mereka mulai aktif kembali pada pertenganan tahun 2016 lalu dan dikembangkan oleh mahasiswa karena para pendiri galannggo sudah lulus kuliah.

Hingga Desember 2017 lalu, Galaggo telah menghimpun dana donasi sebesar Rp 50 juta dengan menggalang relawan sebanyak 250 orang. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan diantaranya fasilitasi pengobatan anak penderita penyakit hidrosefalus, aksi respon Bencana Alam Banjir di Garut, Jawa Barat, Desember 2016

Selain itu galang Dana sebagai respon Bencana Alam Gempa Bumi di Pidie, Aceh, Agustus 2017. Mereka juga melakukan penggalangan Dana sebagai respon Bencana Alam di Gunungkidul, DIY bersama Aliansi Berbagi Handayani pada Desember 2017.

Baca Juga :  Bank BPD DIY Berikan Bantuan untuk Korban Bencana

Perusahaan itu juga melakukan survei kondisi pascabencana tanah longsor di Desa Tinatar, Punung, Pacitan Provinsi Jawa Timur. Awal tahun ini Galanggo tengah melakukan Program penjajakan kerjasama kegiatan bersama dengan BAZNAS.

“Kami akan membangun rumah di dua desa yang terkena bencana di Pacitan,” jelasnya.

Sementara Direktur PT Gama Inovasi Berdikari, Trias Mono menjelaskan Galanggo menjadi salah satu perusahaan start up hasil dari kegiatan inkubasi innovative Academy tahap 1 pada 2014 lalu. Mereka di Gama Inovasi Berdikari diberikan mandat menjadi inkubator dan akselerator start up di UGM.

“Ada 11 start-up dibawah Gama Inovasi Berdikari dan 20-an lainnya dalam proses inkubasi. Sedangkan Galanggo, satu-satunya startup yang tidak profit oriented,” imbuhnya.(yve)