Mau Masuk Surga?. Inilah Salah Satu Caranya

392
Pondok Pesantren Nida” Alqur’an Paladan Tegalsari Kedu mengadakan pengajian. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah. Oleh karena itu umat Islam utamanya yang memiliki kemampuan secara ekonomi, hendaknya ikhlas berkurban dengan menginfaqkan sebagian hartanya guna menyantuni anak yatim.

Hal itu disampaikan  KH Hasyim Afandi ketika memberikan tauziah dalam acara pengajian menyambut  peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah yang diselenggarakan Yayasan Penyantun Anak Yatim  Yadu Ulya di Desa Mandisari Kecamatan Parakan, Minggu (24/09/2017) malam.

Pengajian berlangsung khidmat di Masjid Roudhotul Muttaqin. Hadir alim ulama, Camat Parakan dan pejabat terkait serta diikuti ribuan umat Islam yang datang dari berbagai penjuru Temanggung.

Dikemukakan menyantuni anak yatim adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.

Pada hakikatnya menyantuni anak yatim itu adalah dengan cara memperlakukan mereka seperti keluarganya sendiri dalam hal sandang, pangan, dan pendidikan dengan layak sehingga mereka tidak merasakan perbedaan antara dirinya dengan anak-anak lainnya. Itulah bentuk santunan kepada anak yatim yang paling utama.

Menurut  KH Hasyim Afandi yang juga selaku pengasuh Pondok Pesantren Nida” Alqur’an Paladan Tegalsari Kedu  ada beberapa keutamaan bagi mereka yang menjadi penyantun anak yatim. Pertama, menjadi teman Rasulullah SAW di surga. Kedua, akan membersihkan pikiran, melembutkan dan menghilangkan kekerasan hatinya. Ketiga, menjadi penyembuh dari berbagai penyakit kejiwaan. Keempat, memiliki kepedulian sosial karena menolong dan membantu orang yang membutuhkan, sebagaimana diajarkan dalam Islam.

“Harta yang diinfaqkan atau disedekahkan untuk menyantuni anak yatim akan mendapat pahala dan diganti oleh Allah SWT berlipat-lipat. Oleh karena itu  kepada umat Islam jangan ragu untuk membantu  dan menyantuni anak yatim salah satu diantaranya melalui Yayasan Yadu Ulya,” pintanya.

Ketua Yayasan Yadu Ulya H Djamhuri mengatakan pengajian 1 Muharram merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap pergantian tahun baru Islam.            Sedang  sumber pembiayaan  berasal dari  donatur dan hasil usaha ekonomi produktif seperti  menyewakan tratak dan kursi, ternak kambing, biro jasa pembayaran  listrik, telepon dan air minum.

Ia menambahkan  saat ini tengah melakukan perintisan  kegiatan pendidikan agama Islam mengaji di “Omah Ngaji Yadu Ulya di gedung baru bagi anak-nak yatim dan masyarakat luas dengan fokus murotal ayat-ayat suci Al-Qur’an. (SM)