Mayat Perempuan Diduga Dibuang ke Sumur

532
Warga dan petugas mengamati sumur, tempat ditemukannya mayat perempuan. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Warga penghuni Pantai Glagah Kulonprogo Kamis (11/01/2018), dikejutkan adanya mayat perempuan di dalam sumur petani. Mayat tersebut kemudian diketahui bernama  Sri Iswanti (21), warga Loano Purworejo Jawa Tengah.

Keterangan beberapa sumber, ditemukannya mayat tersebut berawal dari kecurigaan seorang warga setempat bernama Subardi Wiyono (54).

Kamis menjelang subuh dia hendak pergi ke warung di laguna Glagah mengendarai sepeda motor. Pada saat melintas di selatan pintu masuk Pantai Glagah sekitar 500 meter, melihat sebuah mobil berhenti.

“Saya sempat curiga melihat ada mobil Avanza atau Xenia warna hitam berhenti di tepi jalan. Namun saya tidak berani berhenti dan mendekat karena sendirian,” ungkapnya.

Kemudian dia pergi mencari senter dan menelepon Dukuh, memberitahukan ada mobil mencurigakan. “Setelah mengambil senter saya balik lagi, tapi mobil sudah tidak ada. Saya juga tidak sempat melihat pelat nomornya,” jelasnya.

Rasa curiga tersebut muncul karena beberapa hari sebelumnya di kampungnya terjadi pencurian. Pagi hari kemudian Dukuh Glagah, Suroto, bersama warga melihat lokasi yang dilaporkan Subardi.

“Ada laporan warga yang curiga melihat sebuah mobil berhenti di tepi jalan dekat lokasi. Kemudian saya bersama warga setempat ke lokasi untuk mengecek. Ada bekas jejak ke arah sumur. Kemudian kami cek sumur, ternyata di dalamnya ada mayat yang tampak hanya kakinya. Artinya  posisi kepala berada di bawah,” paparnya.

Temuan tersebut membuat geger warga sekitar yang kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Temon.

Polisi serta tim SAR dan PMI Kulonprogo datang ke lokasi untuk mengangkat mayat dari kedalaman sekitar 6 meter tersebut.

Bertatto

Kapolsek Temon, Kompol Setyo Heri Purnomo SH mengatakan, mayat perempuan tersebut bertubuh agak gemuk, bertatto di paha sebelah kanan. Saat ditemukan mengenakan kaos cokelat, celana hitam dan memakai jam tangan.

Hasil pemeriksaan petugas medis dan Inafis ditemukan luka di bawah pipi kanan dan bawah telinga kiri. Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Sleman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Awalnya tidak ada warga sekitar yang mengenalnya. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. “Dari pengecekan menggunakan alat mambis terungkap identitas korban bernama Sri Iswanti warga Loano Purworejo. Kami belum dapat memastikan apakah ini korban pembunuhan. Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kompol Setyo Heri Purnomo.

Melihat luka yang ada serta dikaitkan dengan rangkaian kejadian sebelumnya,  warga menduga dia sebagai korban pembunuhan.

Ciri-ciri fisik korban berbadan agak gemuk, rambut pirang panjang sebahu, ada tato di paha kanan, dan diperkirkan berusia sekitar 30 tahun. “Memakai jam tangan warna kuning,” jelasnya. (sol)