Mbah Sadinah 28 Tahun Jadi Buruh Gendong

260
Buruh gendong mengikuti acara peringatan Hari Kartini yang digelar Hotel Tentrem Yogyakarta. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Mbah Sadinah tidak muda lagi. Keriput pada kulit wajahnya mengguratkan asam garam kehidupan disertai pahit getir kisahnya selama 28 tahun menjadi buruh gendong Pasar Giwangan Yogyakarta.

Wanita lanjut usia (lansia) ini sadar, pekerjaan tersebut merupakan takdir dari Allah SWT. Seperti terpaksa namun dengan ikhlas dia lakoni pekerjaan itu karena memang tidak memiliki keterampilan apa-apa selain menjadi buruh gendong, dan juga tidak punya ijazah.

Dadi buruh gendong niku kula kepeksa. Mboten gadhah keterampilan napa-napa, mboten gadhah ijazah. Saged nggendhong kula mpun remen,” tuturnya.

Namun di balik itu semua dia bersyukur hasil jerih payahnya dari memanggul beban berat di punggungnya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan membiayai sekolah anaknya.

Dia berharap anak cucunya kelak tidak ada yang menjadi buruh gendong seperti dirinya. “Saged dingge maem anak kaliyan putu, kagem sekolah. Harapan kula, anak putu kula mboten ming nggendhong. Kula lakonane piyambak sing rekasa,” katanya lagi.

Baca Juga :  Ajak Tamu Cari Sampah Plastik

Mbah Sadinah merupakan satu dari 20 orang perwakilan buruh gendong Pasar Kranggan, Pasar Giwangan dan Pasar Gamping Yogyakarta yang diundang oleh Hotel Tentrem Yogyakarta pada acara peringatan Hari Kartini, 21 April 2018.

Mereka terlihat tekun mendengarkan paparan tentang kesehatan. Mereka juga menerima tanda kasih dari Hotel Tentrem Yogyakarta.

Public Relations Manager Hotel Tentrem Yogyakarta, Adventa Pramushanti, menyatakan pada peringatan Hari Kartini tahun ini pihaknya mengadakan acara bertema Perempuan Sehat, Indonesia Hebat, bekerja sama dengan RS Ludira Husada serta Yayasan Kanker Indonesia.

Selain diikuti oleh karyawan Hotel Tentrem Yogyakarta, acara ini dihadiri oleh sosok-sosok wanita kuat dan gigih, para ibu buruh gendong dari beberapa pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

“Tidak ada yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai,” ujarnya mengutip kalimat RA Kartini, pahlawan nasional itu.

Baca Juga :  Warga Rutan pun Ikut Doakan Korban Gempa

Kepedulian dan cinta pada sesama, ada baiknya dimulai terlebih dahulu dari diri sendiri. “Kegigihan, tekat dan usaha RA Kartini tercermin dalam sosok ibu-ibu buruh gendong. Tanpa mengeluh, mereka gigih memperjuangkan kehidupan keluarga di usia yang tak lagi muda. Bahkan tak jarang mereka menjadi tulang punggung keluarga,” kata Adventa Pramushanti.

Acara ini sengaja dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi kepada para wanita hebat dan kuat yang disimbolkan oleh ibu-ibu buruh gendong dan juga wanita-wanita yang berkarya di Hotel Tentrem Yogyakarta.

“Semoga dapat menginspirasi kita, menjadi wanita yang kuat untuk bangsa yang hebat,” kata Mey Nurnaningsih, Corporate General Manager Hotel Tentrem Yogyakarta.

Hotel Tentrem Yogyakarta merupakan hotel bintang lima yang menghadirkan oase ketenangan dengan nuansa tradisional Kota Yogyakarta.

Hotel yang memiliki 274 kamar bernuansa modern dipadukan sentuhan tradisional Jawa ini dilengkapi 2 restoran, 3 bar & lounge, Gaharu Spa & Fitness,  Playground  dan Sidomuncul Gallery & Art Shop. (sol)