Mebeler Ekobrik Ini Mendapat Pujian Tasdi

1231
Mebeler Ekobrik Ini Mendapat Pujian Tasdi

KORANBERNAS.ID–Di Kabupaten Purbalingga kini tengah berkembang karya inovasi pengolahan limbah plastik dengan sistem ekobrik. Yakni meminimalisir sampah dengan menggunakan media botol plastik bekas yang diisi dengan sampah anorganik sampai keras dan padat.

Ekobrik menjadi salah satu solusi permasalahan sampah plastik dengan cara mendaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Salah satu yang sudah menerapkan sistem ekobrik ini yakni para siswa SMP Negeri 1 Kemangkon. Di sekolah ini, daur ulang sampah plastik dibuat produk mebeler berupa meja dan kursi untuk taman sekolah.

Bupati Purbalingga H. Tasdi, yang didampingi  Kepala SMPN 1 Kemangkon, Sri Sulastri saat meninjau sekolah itu dalam rangka persiapan penilaian Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah, Senin (5/3) memuji kreativitas siswa.

“Saya angkat jempol untuk kreativitas  berupa mebeler ekobrik di SMPN 1 Kemangkon ini. Hasilnya, mereka mampu menghias taman sekolah dengan lembah plastik ini,” puji Tasdi.

Bupati pun berjanji akan membeli mebeler ekobrik karya siswa SMPN 1 Kemangkon untuk ditempatkan di ruang tunggu bagian belakang rumah dinas Bupati Purbalingga.

“Saya juga berjanji,  akan membantu merehab gedung bagian depan SMP N 1 Kemangkon. Tadi ibu kepala sekolah minta lantai dua, nanti kita wujudkan,” ujar Bupati Tasdi.

Kepala Sekolah Sri Sulastri, menuturkan, karya inovatif ekobrik merupakan salah satu upaya jajaran SMP Negeri 1 Kemangkon dalam mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Melalui pembelajaran inovatif, para siswa diajak untuk membuat produk ekobrik menggunakan botol minuman mineral yang dimasuki sampah plastik bungkus jajanan yang dipotong-potong hingga padat.

Setelah terkumpul, produk limbah plastik itu kemudian dibuat menjadi kursi dan meja taman yang memperindah taman sekolah karena bentuknya yang unik dan berwarna-warni.

“Kekuatannya cukup aman karena sampai saat ini sudah digunakan siswa untuk berteduh dan belajar bersama selama tiga bulan masih tetap utuh,” jelasnya.

Sri Sulastri juga mengungkapkan, ide pembuatan ekobrik untuk melengkapi penataan lingkungan yang sudah dilakukan dalam rangka persiapan penilaian lomba sekolah adi wiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, sekolah ini menjadi juara lomba sekolah adi wiyata tingkat kabupaten Purbalingga.

“Tahun 2018 ini kami mohon doa restu untuk melaju mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya penilaian akan dilakukan sekira bulan April atau Mei mendatang,” jelasnya.

Berbagai kegiatan yang dilakukan, tambah Sri Sulastri, menjadi bagian dari perwujudan visi misi sekolah yakni Berprestasi, Berahklak mulia dan Berwawasan Lingkungan. (SM)