Media Berperan Menjaga Kebhinekaan

275
Drs HA Hafidh Asrom MM menyampaikan sambutan pada acara silaturrahim di Gedung DPD RI Perwakilan DIY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Drs HA Hafidh Asrom MM mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, agama, budaya dan bahasa, akhir-akhir ini sedang diuji.

Maraknya kasus intoleran, penistaan agama dan berbagai kasus SARA perlu disikapi secara dewasa. “Melihat kondisi ini, maka peran media sangat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai  kebhinekaan,” ujarnya di Gedung DPD RI Perwakilan DIY, kemarin.

Pada acara Silaturrahim Dengar Pendapat tentang Pancasila UUD NRI Tahun 1945 Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI serta Seminar Jurnalistik Media Sosial bersama Masyarakat Peduli Media se-Daerah Istmewa Yogyakarta itu, lebih jauh dia menyampaikan, banyak kasus SARA yang mengancam kebhinekaan tidak selesai tuntas hingga akarnya. Akibatnya peristiwa itu bisa muncul kembali di lain waktu.

Baca Juga :  Penyakit Langka Ini Tiba-tiba Hilangkan Keceriaan Tsania

Menurut senator dari DIY ini, media sosial memiliki arti dan peran penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, tak hanya menjadi pengawal demokrasi tapi juga menjaga keutuhan negeri.

Media juga menjadi bagian penting pemerintah untuk menjaga masyarakat agar tetap bersatu, karena di era kebebasan informasi seperti sekarang ini, media bisa berimplikasi positif maupun negatif.

Hafidh berharap agar nilai-nilai kebhinekaan terjaga dengan baik. Diperlukan kesadaran dari para pelaku media untuk tidak mengorbankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan.

“Jika kesadaran itu terus dibangun maka tidak akan sering terjadi berita hoax yang mengadu domba antargologan dan agama yang meresahkan masyarakat,” tambah pendiri Sekolah Al-Azhar di Jogja ini.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Naik Sentuh Rp 30 Ribu

Masyarakat juga perlu memahami media secara baik. Hal ini penting mengingat media sosial yang berkembang pesat bisa mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Informasi apapun bisa  tersebar di masyarakat. Diperlukan filter, kroscek dan pemahaman terus menerus.

Kegiatan yang digelar Anggota MPR RI  dengan Komisi Media PWNU DIY  itu menghadirkan pembicara Drs H Achmad Luthfie MA Ketua Komisi Media PWNU DIY, Muh Zamroni peneliti media dosen UIN Sunan Kalijaga dan Moh Chaidir praktisi media sebagai moderator. (sol)