Medsos Bikin Warga Lebih Rukun

370
Didampingi Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyampaikan pemikirannya pada Sosialisasi Yogyakarta Bijak Bersosmed, Minggu (06/05/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Media sosial atau medsos seharusnya berdampak positif. Kehidupan warga di masyarakat lebih rukun, bukan sebaliknya bikin masyarakat terpecah-pecah karena kebencian, hasutan, permusuhan, fitnah atau provokasi.

“Kehadiran teknologi komunikasi modern banyak membantu hidup manusia. Ada banyak keuntungan maupun hal positif bisa diperoleh. Namun demikian ada pula sisi negatif sebagai dampak dari kemajuan teknologi komunikasi,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY.

Menurut dia, untuk meminimalkan dampak negatif teknologi komunikasi, kapasitas serta pengetahuan masyarakat perlu ditingkatkan. Bijaklah dalam menggunakan media sosial atau medsos.

“Teknologi memiliki dua sisi baik dan buruk, kita wajib meningkatkan pengetahuan warga agar melek teknologi. Kita ajak masyarakat sinau budi pekerti menggunakan sosmed. Kita percaya, masyarakat Jogja merupakan cerdas dan bijak,” kata

Pada acara Sosialisasi Yogyakarta Bijak Bersosmed, Minggu  (06/05/2018), anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kota Yogyakarta ini yakin masyarakat Jogja mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan ekonomi serta mempererat persaudaraan.

“Kehadiran IT khususnya sosmed harus membuat kita semakin rukun, semakin bersatu dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

Bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)  DIY,  Eko Suwanto melakukan sosialisasi Jogja Bijak Bermedsos yang dilaksanakan di Demangan Gondokusuman.

Acara tersebut dimeriahkan penampilan grup musik Larva Band dan kelompok kesenian jathilan dari pemuda pemudi Kelurahan Demangan Yogyakarta.

Di hadapan lebih dari 100 pemuda, warga maupun peserta sosialisasi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini lebih lanjut menyampaikan, teknologi informasi adalah alat komunikasi untuk meningkatkan kualitas pergaulan hidup serta kemajuan ekonomi masyarakat.

Selain dihadiri Kepala Diskominfo DIY  Rony Primanto Hari, hadir pula Anto selaku admin Info Cegatan Jogja (ICJ).

Sebagian peserta Sosialisasi Yogyakarta Bijak Bersosmed mengikuti sesi foto bersama. (istimewa)

Menurut Eko Suwanto, guna memaksimalkan fungsi teknologi informasi atau IT maka harus ada gerak bersama agar bisa optimal dalam memanfaatkan potensi IT.

“Saya kira penting dilakukan pendidikan pengelolaan dan pemanfaatan TI khususnya sosmed bagi masyarakat. Pendidikan budi pekerti juga perlu,  untuk melatih sabar agar tidak mudah terprovokasi,” kata dia.

Menurut dia, kehadiran aktivis netizen menjadi penting untuk bersama-sama sinau bareng penggunaan dan pemanfaatan sosmed secara baik.

“Terima kasih para netizen membantu Pemda DIY melakukan perbaikan pelayanan publik. Kita tahun ini mengajukan Raperda Pengelolaan dan Pemanfaatan TIK. Kita akan undang netizen dan aktivis sosmed untuk memberikan masukan dan saran dalam berbagai forum yang akan datang. Kita targetkan raperda ini selesai dibahas tahun ini ,” kata alumni MEP UGM itu.

Terakit pemanfaatan IT bagi publik, secara tegas  politisi muda PDI Perjuangan ini mengajak semua elemen masyarakat meningkatkan kesadarannya.

“Ayo kampanyekan Jogja Bijak Bersosmed untuk wujudkan Jogja Istimewa yang ditandai kehidupan sosmed yang sehat dan tanpa hoax. Selain sinau bersama masyarakat ini kita harapkan kepolisian juga melakukan patroli dunia maya dan melakukan penegakan UU ITE,” tambahnya.

Siapa pun yang melakukan kejahatan dalam bentuk ujaran kebencian, hasutan, permusuhan, fitnah atau provokasi agar ditangkap saja dan diproses secara hukum. “Rakyat Jogja tidak suka hal hal negatif itu. Rakyat Jogja cinta persatuan dan kedamaian,” kata Eko Suwanto.

Kepala Diskominfo DIY,  Rony Primanto Hari, menyatakan Pemda DIY bersama DPRD DIY kini mendorong hadirnya peraturan daerah terkait pengelolaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Problem bersama saat ini bagaimana melawan hoax.  Kita harus aktif memproduksi konten positif,” kata Rony. (sol)