Medsos Hanya untuk Sebar Hoaks

288
Simposium Internasional yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi UMY di kampus setempat, Selasa (18/9/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Keberadaan media sosial (medsos) saat ini seringkali disalahgunakan. Medsos yang semestinya digunakan untuk berkomunikasi kadang sebaliknya dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi-informasi bohong alias hoaks. Berita atau informasi hoaks pun sangat masif terjadi di Indonesia.

“Penyebaran hoaks saat ini bisa dilakukan melalui media online seperti whatsapp, facebook, instagram, twitter dan youtube,” papar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Muria Endah Sokowati MSi dalam Simposium Internasional yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi UMY di kampus setempat, Selasa (18/9/2018).

Menurut Muria, dalam penelitian yang dihimpun peneliti Prodi Komunikasi ditemukan beberapa orang menggunakan media itu untuk menyebarkan hoaks untuk kampanye hitam dalam pemilihan Gubernur dan Presiden.

Kemudian isu religius yang saat ini juga menjangkiti publik Indonesia. Bahkan sangat sulit untuk diredam.

Untuk mengetahui bahwa itu berita hoaks atau tidak, Muria menyarankan agar para penerima berita untuk melakukan pengecekan ulang.

Baca Juga :  Siskeudes Percepat Kerja Bendahara Desa

“Jika kita menerima kiriman berita tak jelas bisa dicek kembali sumbernya. Tanyakan ke teman yang ahli dengan masalah media sosial, kemudian mencari berita serupa di media lainnya, agar kita tidak terpengaruh dengan berita hoax,” tandasnya.

Sementara Dr Yeni Rosilawati, dosen Ilmu Komunikasi UMY sekaligus ketua panitia Simposium Internasional mengungkapkan, medsos dan digital menjadi salah satu cara seseorang melakukan komunikasi dan tak jarang mereka menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Digital media tentu saja memiliki banyak keuntungan bagi mereka yang menggunakannya secara bijak, seperti contohnya untuk bisnis yang menghasilkan pundi-pundi uang dan melakukan interaksi dengan orang yang jauh sekalipun, untuk membuatnya seakan dekat.

Namun laiknya koin yang memiliki dua sisi, media sosial memiliki keuntungan juga kekurangan di sisi lainnya. Tak jarang pula media sosial sering menampilkan kontroversi, resiko dan konsekuensi bagi pengguna yang tidak menyadari tentang dampaknya. Sisi negatif yang sekarang ini menyelimuti dunia digital secara garis besarnya antara lain black campaign, hoaks, dan berita bohong.

Baca Juga :  Dari Selembar Kertas Tertulis Identitas Mayat Bayi Bernama Khilafah

“Saya berharap Simposium Internasional ini akan menghasilkan banyak diskusi dan pengalaman yang berguna untuk pembelajaran media komunikasi, terutama dalam ruang lingkup media sosial.” ungkap Yeni dalam pembukaannya.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto menambahkan, medsos memiliki tiga hal pengertian yang pertama adalah bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain melalui digital, pemahaman lebih mengenai alat yang bisa digunakan sebagai teknologi informasi dan yang terakhir budaya.

“Budaya dalam arti ini adalah sebagai pengontrol ketika seseorang sudah memahami fungsi digital dan media sosial,” imbuhnya.(yve)