Melanggar Lalu Lintas Jadi Kebiasaan, Kapolda Prihatin

204
Petugas Polda DIY mengikuti apel Operasi Patuh Progo 2018. Operasi ini dimulai 26 April hingga 9 Mei 2018. Tujuannya untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ada ungkapan, pelanggaran maupun kesalahan apabila didiamkan terus menerus lama-lama dianggap seolah-olah sebagai kebenaran.

Keprihatinan itu pula yang dirasakan oleh Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri. Kepada sejumlah media usai memimpin apel pelaksanaan Operasi Patuh Progo, Kamis (26/04/2018), dia menyampaikan dari data yang dihimpun Ditlantas Polda DIY, masih banyak masyarakat menyepelekan aturan berlalu lintas dalam aktivitas sehari-hari.

“Kita memang masih cukup prihatin, kenapa? Banyak (masyarakat) yang tidak menggunakan helm dan seat belt. Itu kan hal-hal yang mendasar, sebab itu kita tuntut kesadaran masyarakat, karena  itu untuk keselamatan masyarakat sendiri,” ujar Kapolda.

Terhitung mulai 26 April hingga 9 Mei mendatang, jajaran Polda DIY dibantu aparat TNI akan menggelar kegiatan bersandi Operasi Patuh Progo 2018. Operasi ini melibatkan 1.800 personel di lingkungan Polda maupun jajaran Polres dan Polresta.

Baca Juga :  Heboh Mayat Bayi di Tumpukan Sampah

Lewat penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas, Kapolda menginginkan agar tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Tindakan hukum yang dilakukan dalam operasi ini sebenarnya dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk mementingkan keselamatan diri dan orang lain,” kata Kapolda.

Ahmad Dhofiri menyebutkan, pelanggaran tertinggi yang terdata adalah pengendara yang tidak membawa surat-surat kendaraan dan juga kelengakapan berkendara yang sesuai dengan standar keselamatan di jalan raya.

“Yang sering seperti tidak membawa kelengkapan surat-surat, tidak menggunakan helm. Kalau melawan arus dan sebagainya tidak seberapa banyak,” paparnya.

Wadirlantas Polda DIY AKBP Heru Yugonarko menerangkan pelaksanaan operasi patuh bertujuan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar. Oleh karena itu, penegakan hukum yang dilaksanakan bertujuan agar pengguna jalan dapat berlaku tertib.

Baca Juga :  Cerita Syafii Maarif Temui Suliyono 30 Menit di Rumah Sakit

“Operasi ini merupakan kelanjutan dari Operasi Keselamatan beberapa waktu lalu. Kalau di operasi keselamatan penekanan hanya imbauan. Di sini (Patuh) kita juga melakukan imbauan agar masyarakat tertib dan patuh. Selain itu, kita ambil tindakan (tilang) juga,” sebutnya.

Operasi Patuh Progo 2018, tambah Yugonarko, tetap akan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, di samping penegakan hukum meliputi kegiatan berupa teguran simpatik dan tilang terhadap para pelanggar lalu lintas.

“Posko operasi di Polda DIY bertempat di Biroops Polda DIY dan juga Ditlantas Polda DIY,” tandasnya. (sol)