Melihat Kiprah Posyandu Kraguman Layani Balita dan Lansia

457
Kader Posyandu Desa Kraguman Kecamatan Jogonalan menjalankan kegiatan rutin menimbang balita dan pemeriksaan kesehatan lansia. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Tidak seperti biasanya Pendopo Kantor Kepala Desa Kraguman Kecamatan Jogonalan Klaten, Rabu (16/05/2018)pagi hingga siang hari dikunjungi warga lanjut usia (lansia) dan ibu-ibu yang menggendong balita. Setelah diperoleh informasi ternyata saat itu ada kegiatan posyandu desa tersebut.

“Biasanya kegiatan ini rutin dilaksanakan pada Senin minggu ketiga. Kegiatan pelayanan dimajukan karena ada kegiatan juga di tempat lain,” kata Sinem, Kader Posyandu Desa Kraguman.

Dengan didampingi kader posyandu lain yang sibuk melakukan penimbangan terhadap seorang balita dan pemeriksaan tensi warga lansia, Sinem dengan lancar menjelaskan tugas dan fungsinya.

Dia menambahkan, selain kegiatan pengembangan balita dan pemeriksaan kesehatan lansia, pelayanan lain yang rutin dia lakukan yakni pemberian makanan tambahan (PMT), konsultasi kesehatan remaja dan ibu hamil.

“Kalau penyuluhan remaja meliputi penyuluhan seks dini dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selama bertugas menjadi kader posyandu,  tentu ada suka duka yang ditemui. Seperti adanya bayi yang kurang gizi dan lain sebagainya. Jika temuan seperti itu, maka saat itu juga dilaporkan kepada bidan desa untuk segera diberi tindakan. Umumnya faktor penyebab kurangnya gizi pada balita faktor ekonomi dan pernikahan dini.

Sementara itu Kepala Desa Kraguman Susanti menjelaskan menjadi kader posyandu harus benar-benar pribadi yang tulus dan dilakukan dengan kompak. Apalagi dengan keterbatasan anggaran dan personal.

Sebagai contoh kata dia, di Desa Kraguman ada seorang bidan desa yang ditempatkan. Namun bidan desa itu juga melayani di wilayah lain. Akibatnya yang digiatkan justru keberadaan kader.

“Saya juga aktif mendampingi kegiatan ini bersama dengan kader-kader lain seperti PPKBD juga. Sebenarnya desa kami butuh bidan desa. Tapi apa boleh buat karena bidan desa yang ditugaskan disini juga mengampu di wilayah lain,” jelasnya.

Di Desa Kraguman ada bidan desa yang selalu melayani warga di pos kesehatan desa (poskesdes) yang dibangunkan pemerintah desa. Setiap hari setidaknya ada 6 hingga 7 orang warga yang memeriksakan kesehatannya. Menariknya, warga yang periksa berasal dari desa lain di sekitar Kraguman pada saat mengantarkan sekolah anaknya.

Keberadaan poskesdes dan bidan desa di Desa Kraguman memang berperan besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat namun yang menjadikan kendala karena keterbatasan petugas. (SM)