Membatik Ala Santri Sebagai Dakwah Islamiyah

341
Santri ikut lomba membatik di Girilaya, Imogiri Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Santri tidak hanya belajar mengaji, membaca Alqur’an, bahasa Arab, bahasa Inggris atau lainnya. Mereka juga membutuhkan keterampilan lain, di antaranya membatik.

Membatik untuk para santri sebagai salah satu bentuk apresiasi karya seni khas tradisional yang bisa ditegakkan untuk dakwah Islamiyah. Selain tentu saja melengkapi keterampilan positif santri sendiri.

Karenanya The SQ Yayasan Aldania Yogyakarta baru~baru ini menggelar lomba membatik bagi 15 santri bersama tujuh ustad dan ustadzah.

“Tahun lalu diikuti 30 santri, karena tahun ini santri yang ikut adalah yang belum ikut kursus membatik,” kata Ketua Yayasan Aldania, drg H Ircham Machfoedz MS kepada koranbernas.id, Selasa (28/8/2017) di Jalan Babaran Yogyakarta yang menjadi pusat kegiatan pendidikan para santri tersebut.

Menurut Ircham, lomba kali ini dilaksanakan berkat kerjasama dengan Berkah Lestari Workshop & Showroom, Dusun Girilaya, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul pimpinan Erni. Rombongan dipimpin Ustd Hamid SPd MA.

Menurut Ircham, The SQ (The School of Alqur`an) adalah wadah pendidikan khusus Alqur’an secara intensif. Selain tambahan keterampilan batik, juga ada pelajaran melukis, dibimbing Sawitri, guru seni lukis mantan karyawati Dinas Pendidikan.

“Juga ada latihan musik bertema agama yang pernah dipentaskan pada ulang tahun atau khataman qur’an,” tambah Ircham.

Para santri juga mendapat pelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris. Salah satu bentuk sosialisasi pada masyarakat serta menggugah kepedulian sosial pada sesama, setiap awal Ramadan, para santri diajak mengunjungi pesantren Yayasan Yatim Piatu Yapitu di Piyungan, Bantul. Di tempat tersebut mereka bertemu dengan para penghuni panti, anak-anak yatim piatu, buka bersama, salat Maghrib berjamaah selain menyerahkan bantuan.

“Bulan depan para santri akan melaksanakan praktik manasik haji dan umroh,” ujarnya. (yve)