Memprihatikan, Pasar Klitikan Srago Sepi

213
Los Pasar Klitikan Srago di pinggir Jalan By Pass Kelurahan Mojayan Kecamatan Klaten Tengah tidak terawat (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pasar Klitikan Srago di Kelurahan Mojayan Kecamatan Klaten Tengah benar-benar memprihatinkan. Sejak dibangun sekitar 5 tahun lalu, kondisinya sepi dan tidak seramai pasar-pasar lainnya.

Meski lokasinya strategis di pinggir Jalan By Pass atau berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Srago namun tidak menjamin pasar ini bisa ramai. Padahal para pedagang yang berjualan disana merupakan pedagang pindahan dari kawasan alun-alun Klaten dan dari Jalan Bali Klaten. Atau dengan kata lain pasar klitikan dibangun untuk menata pedagang yang dulu berjualan memenuhi kawasan alun-alun Klata.

“Kondisinya sepi begini terus mas. Dulu kami berharap pindah kesini bisa semakin ramai tapi ternyata tidak juga. Disini sepi dan masih ramai waktu berjualan di alun-alun,” kata Suyudi, pedagang onderdil bekas sepeda itu, Selasa (01/05/2018).

Baca Juga :  Warga Pajangan Frustasi, Pohon Pisang Ditanam di Jalan

Senada diungkapkan Andre, tukang servis radio, televisi dan lemari es. Awalnya dia ragu bisa sukses mengais rejeki dengan pindah dari kawasan alun-alun ke pasar klitikan Srago. Namun kenyataannya malah sepi.

Sepinya pasar klitikan Srago juga membuat sebagian pedagang banyak yang tidak berjualan dan memilih beralih profesi menjadi pekerja bangunan, buruh pabrik dan merantau. Pasalnya mereka tidak bisa berharap banyak untuk bisa dapat rejeki dengam berjualan.

Meski kondisinya sepi, Pemkab Klaten pada tahun 2014 membangun los di sebelah pasar klitikan Srago. Lagi-lagi, los itupun tidak pernah ditempati pedagang untuk berjualan.

Kepala Unit Pasar Srago yang membawahi pasar klitikan Srago, Agus Setiyono saat dikonfirmasi membenarkan jika pasar klitikan sepi. Los yang dibangun juga tidak pernah dipakai berjualan pedagang.

Baca Juga :  Menikmati Terbitnya Matahari dan Lautan Pasir Bromo

“Sudah kami tawarkan ke pedagang yang berjualan di Jalan Bali untuk menempati los di pasar klitikan secara gratis tapi tetap saja mereka tidak mau berjualan disana. Padahal ada tukang pembuat plat nomor kendaraan, stempel dan sepeda,” terang Agus. (yve)