Memprihatinkan, Bekas Kantor Tubup Jadi Gudang Sampah

173
Salah seorang petugas kebersihan pasar Jatinom membersihkan sampah di pekarangan bekas Kantor Tubup Jatinom. Menurut pengakuan petugas, Rabu (10/01/2018), dinas kebersihan mengambil sampah hanya dua kali seminggu. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bekas Kantor Pembantu Bupati (Tubup) wilayah Jatinom Klaten kian memprihatinkan. Setelah sebelumnya rusak berat karena tidak rwrawat, beberapa hari ini justru menjadi tempat pembuangan sampah.

Sungguh memprihatinkan bangunan milik Pemkab Klaten itu tidak dirawat. Padahal saat ini bangunan yang berdekatan dengan pasar gabus tersebut digunakan Kantor UPTD Pasar Wilayah Jatinom

Kepala UPTD Pasar Jatinom Triyanto S.Pd mengatakan pekarangan samping bekas Kantor Tubup Jatinom jadi tempat pembuangan sampah karena TPS sampah di Pasar Gabus sudah penuh

“Di pasar sudah penuh. Sementara ditampung disini. Tapi setiap dua hari sekali diambil petugas dinas kebersihan,” katanya di Jatinom, Rabu (10/01/2018).

Ia menambahkan sampah di TPS pasar gabus dan di pekarangan samping kantornya tidak semua dari pedagang. Sebagian besar justru dari warga sekitar.

Baca Juga :  Penghuni Rumah Singgah Punguti Sampah Pantai

“Kami ya prihatin dengan kondisi ini. Tapi bagaimana lagi karena warga juga buang sampah disini,” jelas Triyanto

Senada dikemukakan Kepala Unit Pasar Jatinom Joko Susetyo. Kepada koran ini, dia mengatakan mayoritas sampah yang dibuang di sana justru dari warga sekitar. “Bantal, kasur dibuang kesana. Itu kan punya warga yang tidak dipakai lagi,” katanya

Ditempat terpisah para pedagang pasar gabus mengatakan membuang sampah di pekarangan bekas kantor Tubup Jatinom karena bak sampah di pasar sudah penuh.

Mereka meminta pihak pasar berkoordinasi dengan dinas kebersihan (DPU PR) untuk rutin mengambil sampah di TPS. “Selama ini pengambilan sampah oleh petugas dinas kebersihan cuma dua kali seminggu. Kalau hujan begini sampah numpuk dan bau sekali. Kalau bisa pengambilannya setiap hari biar kami tidak terganggu,” jelas beberapa pedagang. (yve)

Baca Juga :  Mamikos Campus Ambassador Seru dan Menyenangkan