Ketua Pokja Ekonomi Pancasila FRI, Prof Edy Suandi Hamid dan Rektor UAD Kasiyarno. (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Forum Rektor Indonesia(FRI) akan mereformulasi Ekonomi Pancasila. Hal itu mendesak dilakukan karena hingga kini belum banyak perguruan tinggi (PT) yang mengajarkan ekonomi Pancasila kepada mahasiswanya. Hal itu sangat memprihatinkan karena bertentangan dengan Pancasila. Ideologi bangsa itu seharusnya diajarkan agar generasi muda memahami Pancasila secara utuh.

“Dosen-dosen ekonomi hanya sedikit yang betul-betul memahami tentang Ekonomi Pancasila. Ini bukan persoalan baik atau buruk namun cocok atau tidak cocok. Indonesia menganut ideologi Pancasila, tentu ekonomi pancasila menjadi yang paling cocok untuk diimplementasikan,” papar Ketua Pokja Ekonomi Pancasila FRI, Prof Edy Suandi Hamid di Hotel Arjuna Yogyakarta, Selasa (22/8/2017).

Menurut Edy, kebanyakanaPT mengajarkan Ekonomi Pancasila hanya satu atau dua bab. Materi tersebut tidak menjadi satu matakuliah tersendiri.

Baca Juga :  Cerita tentang Guru yang Bergaji Rp 150 Ribu

Padahal negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat yang menganut Liberalisme dan Ekonomi Kapitalis mengajarkan faham tersebut karena menjadi idelogi mereka. Negara-negara Komunis dan Sosialis juga menjadikan Ekonomi Sosialis sebagai sistem perekonomian negaranya.

Karenanya FRI menghimbau PT untuk mengajarkan materi Ekonomi Pancasila lebih banyak pada mahasiswanya. FRI berharap PT bisa menerapkannya di dalam kurikulum.

“Kami menggelar focus group discussion nantinya bisa menginspirasi perguruan tinggi anggota untuk menerapkan ekonomi pancasila,” ungkapnya.

FGD FRI tentang Ekonomi Pancasila tersebut, lanjut Edy akan digelar Jumat (25/8/2017). Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. Hasil FGD juga akan dibawa ke Konvensi Kampus pada Januari 2018. Formulasi tersebut diharapkan juga mempersempit ketimpangan pendapatan, ekonomi, dan sosial.

Baca Juga :  Pertama Kali, UNY Gelar Pekan Raya Mahasiswa Pasca Sarjana Nasional  

“Kami memformulasikan pemikiran, konsep, dan praktik Ekonomi Pancasila untuk diterapkan ke dalam sistem perekonomian nasional,” tandasnya.

Sementara Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum, mengungkapkan penerapan Ekonomi Pancasila ke dalam kurikulum, menunggu hasil FGD nantinya.

“Kami memang belum mengajarkan Ekonomi Pancasila secara khusus karena memang silabi yang ada sekarang ini juga belum jelas,” imbuhnya. (yve)