Menanam 220.022 Bibit di Gerakan Leuweung Padjadjaran

42
Gubernur Ridwan Kamil menanam bibit pohon dalam “Gerakan Leuweung Padjadjaran” di Desa Kampung Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (2/2/20). (Humas Pemrov Jawa Barat)

KORANBERNAS.ID, BANDUNG–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut menanam 222.020 bibit pohon pada lahan kritis sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, dalam sebuah gerakan bernama Leuweung Padjadjaran yang digagas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ratusan ribu bibit itu, terdiri dari 150 jenis pohon, dengan 89 pohon di antaranya tergolong tanaman endemik atau langka.

Gerakan Leuweung Padjadjaran dimulai dari kaki Gunung Patuha, tepatnya Desa Kampung Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (2/2/20). Gerakan lingkungan dari partai politik ini, melengkapi gerakan penanaman 25 juta pohon yang akan dicanangkan Pemda Provinsi Jawa Barat bulan depan.

Kang Emil mengapresiasi gerakan Leuweung Padjajaran. Menurutnya, gerakan ini akan mampu merehabilitasi 25 persen seluruh lahan kritis di sepanjang DAS Citarum.

“Saya apresiasi pencanangan Leuweung Padjajaran ini, karena kami juga lagi siap-siap mencanangkan program penanaman 50 juta pohon di Jabar yang akan dilakukan bulan depan. Sehingga ini saling melengkapi,” ujarnya.

Selain menanam banyak pohon secara serentak, Leuweung Padjajaran juga menekankan untuk mencintai bumi, mendorong gerakan hidup bersih, merawat lingkungan, membersihkan hutan, serta melestarikan mata air.

“Pencanangan Leuweung Padjadjaran adalah bakti dan kepedulian kita kepada alam,” kata Kang Emil.

Ratusan bibit pohon ini merupakan sumbangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas Kehutanan  Provinsi Jabar serta Forum DAS Jabar. Sekitar 222 ribu bibit itu ditanam dari hulu sampai hilir Citarum, meliputi 10 kabupaten/ kota, 133 kecamatan dan 915 desa/ kelurahan.

Kang Emil menuturkan, rehabilitasi lahan kritis di DAS Citarum tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Gerakan harus melibatkan seluruh stakeholders termasuk partai politik dan masyarakat.

“Nanti akan ada program yang lulus wisuda nyumbang satu pohon, yang mau menikah nyumbang 10 pohon, rotasi ataupun mutasi PNS nyumbang 10 pohon dan yang surat Izin Mendirikan Bangunannya (IMB) terbit, bisa nyumbang 1.000 pohon. Jadi semua ini adalah gerakan bersama,” terangnya.

Dengan strategi ini, dalam waktu yang tidak terlalu lama semua bibit pohon tersebut akan tumbuh di lahan kritis, yang menurut catatan Kementerian LHK mencapai 700 ribu hektare di seluruh wilayah Jabar.

Turut hadir pada penanaman bibit pohon ini, Menteri Sosial RI Juliari Peter Baturbara, perwakilan Kementerian LHK, BNPB dan sejumlah kepala daerah serta petinggi PDI Perjuangan. (*)