Pasar Hewan Prambanan Klaten pada saat pasaran pon, Senin (21/8/217). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Harga sapi di Pasar Hewan Prambanan pada H-10 Idul Adha mengalami kenaikan. Jika sebulan lalu harga sapi sekitar Rp 15 juta per ekor maka saat sudah naik menjadi Rp 16,5 juta hingga Rp 17 juta. Diperkirakan harga akan terus naik hingga H-7 Idul Adha.

“Memang ada kenaikan untuk hewan kurban. Tetapi untuk sapi yang jadi peliharaan tetap,” kata Waris, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi Pasar Hewan Prambanan, Senin (21/8/2017).

Ia menambahkan menyusul naiknya harga sapi untuk kurban, permintaan sapi.menjadi lesu. Pasalnya jarang pembeli yang datang dan kondisi pasar ikut lesu.

Salah seorang pedagang sapi, Rahmad mengakui jika saat ini pembeli sapi sedang sepi. Ini mungkin dipengaruhi kondisi ekonomi warga yang baru saja melewati tahun ajaran baru dimana warga butuh biaya untuk sekolah anak.

Baca Juga :  Ini Seremoni Terakhir Yahya Fuad Sebelum Ditahan KPK

Naiknya harga sapi juga diakui Margito, petugas tehnis peternakan Kecamatan Prambanan. Kepada koran ini di Pasar Hewan Prambanan dia mengatakan kenaikan harga sapi ini masih belum signifikan karena pada sekitaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor bila dibandingkan sebulan lalu.

“Benar, saat ini ada kenaikan bila dibandingkan empat pasaran lalu. Kalau empat pasaran lalu sekitar Rp 15 juta per ekoraka sekarang sudah naik antara Rp 16 juta hingga Rp 17 juta,” ujarnya.

Dia memperkirakan harga sapi akan terus naik hingga H-7. Meski ada kenaikan harga hamun pembeli justru sepi. Hal ini bisa dikarenakan mereka sudah punya ternak untuk kurban dan tidak sedikit pula warga membeli langsung ke kandang dan menitipkan ternaknya disana. Selanjutnya pada H-1 atau pada hari ‘H’ mereka membawanya ke tempat pemotongan.

Baca Juga :  AMPI Gelar Lomba Video 60 Detik

Margito menambahkan semua ternak sapi yang masuk di Pasar Hewan Prambanan selalu dipantau kondisi kesehatannya. Demikian pula bagi yang akan dijadikan hewan kurban dijamin dalam keadaan sehat.

“Mayoritas dalam kondisi sehat dan belum ditemukan gejala penyakit menular. Pokoknya setiap pasaran Pon dan Legi kami pantau kondisinya,” ujar Margito.

Memang kata dia, jumlah ternak sapi yang masuk Pasar Hewan Prambanan saat Pon lebih banyak bila dibandingkan Legi. Saat pasaran Pon rata-rata sapi yang masuk pasar antara 300 ekpr hingga 350 ekor dan Legi berkisar 200 hingga 250 ekor. (yve)