Mengejutkan, Titiek Soeharto Mundur dari Golkar

Priyo Budi Santosa Nyatakan sebagai Bedhol Desa

164
Hj Titiek Soeharto menyatakan mundur dari Golkar dan bergabung ke Partai Berkarya di Museum Memorial HM Soeharto, Dusun Kemusuk Desa Argomulyo Sedayu Bantul, Senin (11/06/2018) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Secara mengejutkan tokoh Partai Golkar dan merupakan anggota Komisi IV DPR RI Hj  Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Mbak Titiek Soeharto menyatakan mundur dari Partai Golkar, Senin (11/06/2018) sore.

Pernyataan ini disampaikannya secara resmi dalam acara konsolidasi Partai Berkarya di Museum Memorial HM Soeharto Dusun Kemusuk Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu Bantul.

Putri Presiden ke-2 RI HM Soeharto itu menegaskan pernyataannya di depan Ketua Umum (Ketum) Partai Berkarya H Hutomo Mandala Putra yang kerap dipanggil Tomi Soeharto, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso serta ribuan pengurus, kader  serta  simpatisan Partai Berkarya yang mengadakan acara konsolidasi tingkat DIY.

“Melihat kondisi saat ini saya  prihatin, namun saya tidak berdaya karena saya berada di Partai Golkar yang merupakan partai pendukung pemerintah dan saya tidak mampu bersuara. Untuk itulah saya menyatakan keluar dari Partai Golkar,” kata Hj Titiek Soeharto.

Dirinya memilih bergabung ke Partai Berkarya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut.

“Untuk itu saya akan mundur dari keanggotaan DPR RI dan saya ucapkan terima kasih kepada Partai Golkar sudah menjadikan saya sebagai salah satu kader perempuan,” katanya.

Mundurnya Titiek Soeharto didasari setelah dirinya melihat berbagai kondisi yang ada menimpa bangsa ini, namun seolah-olah pemerintah tidak ada pernyataan atau penjelasan kepada masyarakat.

Misalnya saja saat ini banyak masyarakat yang menganggur butuh pekerjaan, namun justru sekarang   Indonesia dibanjiri tenaga kerja asing yang kualitasnya tidak lebih baik dari tenaga kerja lokal.

Belum lagi penyelundupan narkoba berton-ton dari luar negeri yang tidak jelas itu kemana, impor berbagai bahan kebutuhan yang seharusnya bisa dipenuhi ketika pemerintah banyak berpihak kepada rakyat dan bisa swadaya. Seperti beras, bawang merah, daging, garam dan komoditas lainnya.

“Untuk itulah saya mantap untuk berjuang bersama rakyat melalui Partai Berkarya,” kata Titiek yang disambut pekik takbir dari para pendukung Partai Berkarya.

Usai menyatakan bergabung, Hj Titiek Soeharto mengenakan jas Partai Berkarya berwarna kuning.

Sementara Tomi Soeharto mengatakan bergabungnya Hj Titiek Soeharto diharapkan menjadi darah penyemangat lagi bagi  Partai Berkarya untuk berkiprah bagi rakyat.

“Seperti diketahui kita dalam Rapimnas lalu kita targetkan 80 kursi DPR RI dan untuk DIY saya berharap ada 2 kursi untuk DPR RI sehingga menolong target di daerah lain,” kata Tomi.

Tomi mendorong para Bacaleg  agar bisa membuat program yang nyata dan bermanfaat bagi rakyat. “Kita harus ada program yang jelas, baik itu ekonomi kerakyaan, ketatanegaraan. Seperti kita ketahui 20 tahun reformasi, bukan kemajuan yang didapat namun keprihatinan,“ katanya.

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan dirinya sudah terlebih dahulu Bedhol Desa dari Partai Golkar. “Setelah dipimpin Tomi Soeharto saya melihat Partai Berkarya melakukan loncatan luar biasa. Awalnya tertatih-tatih, kini lolos menjadi partai yang lolos sebagai  partai peserta pemilu,” katanya.

Ditambah bergabungnya Hj Titiek Soeharto diharapkan menjadi sebuah berkah bagi Partai Berkarya untuk berkiprah ke depannya. “Selain itu akan banyak Bedhol Desa dari Partai Golkar dan juga partai lain,” katanya. (sol)