Menikmati Jogja Malam Hari Saat Liburan

1010
Wisatawan menikmati suasana malam di kawasan Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta, Kamis (21/09/2017). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Begitu turun dari becak, pasangan wisatawan itu bergandengan tangan lantas menyeberang jalan. Berhasil melintasi celah di antara iring-iringan odhong-odhong, keduanya langsung hilang ditelan keramaian Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta, Kamis (21/09/2017) malam.

Saat liburan seperti saat ini, hampir semua ruas jalan di wilayah Kota Yogyakarta dipadati kendaraan. Tak beda dengan kawasan Alkid, Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta juga ramai wisatawan maupun warga yang menikmati gemerlap lampu di kawasan tersebut.

Gemerlap Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Eksotika malam hari Yogyakarta ibarat magnet yang memiliki daya tarik kuat mengundang wisatawan untuk datang. Bagai lampu bersinar terang, cahayanya perlu dijaga supaya tidak padam. Inilah tugas Dinas Pariwisata DIY yang terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Baca Juga :  Rumah Ibadah Kebakaran, Pengunjung JCM Berhamburan Keluar

“Berbagai event dan atraksi pariwisata diperlukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke DIY,” ungkap Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata DIY kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Plengkung Gading bermandi cahaya. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Apabila melihat potensi wisata DIY yang sangat beragam serta didukung suasana kondusif, target 400 ribu wisman, 4,2 juta wisnus serta 22 juta pergerakan wisatawan sepertinya relatif mudah tercapai.

Persoalannya, lama tinggal wisatawan (length of stay) masih jauh dari angka ideal. Dari catatan yang ada, pada 2015 lama tinggal wisatawan nusantara rata-rata 1,85 hari, sedangkan wisatawan mancanegara 2,07 hari.  (sol)