Menikmati Terbitnya Matahari dan Lautan Pasir Bromo

1537
Wisatawan Gunung Bromo berfoto di mobil jeep dengan latar belakang pegunungan di komplek lautan pasir. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Bromo Tengger Semeru. Gunung ini terkenal dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang eksotis, serta pemandangan matahari terbit yang sangat indah.

Kawasan Wisata Bromo terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di apit oleh 4 Kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang.

“Ada empat pintu masuk untuk mencapai kawasan Wisata Bromo yaitu Desa Cemorolawang (Probolinggo), Desa Wonokitri (Pasuruan), Desa Ngadas Tumpang (Malang) dan Desa Burno (Lumajang),” kata Arif, salah seorang tourguide dari Malang yang mendampingi rombongan dari Pemkab Sleman dan wartawan ketika melakukan tour ke kawasan Gunung Bromo, Jumat (29/09/2017) lalu.

Menurut Arif, kawasan Wisata Gunung Bromo sudah di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, seperti penginapan, hotel, homestay serta transportasi yang mudah di temukan untuk mengunjungi Gunung Bromo

Bagi wisatawan, liburan ke gunung Bromo sangatlah istimewa karena lautan pasirnya yang luas sekitar10 kilometer persegi mengelilingi kawah Bromo yang mengepulkan asap putih.

Dari puncak gunung Penanjakan wisatawan bisa menikmati matahari terbit (sunrise) dan hamparan lautan pasir luas dan pemandangan latar belakang yang indah yaitu gunung Semeru, gunung Bromo dan Gunung Batok. Untuk mencapai puncak Penanjakan para pengunjung biasanya memakai kendaraan mobil Jeep.

“Jika ingin mendapatkan spot foto sunrise gunung Bromo yang bagus ya harus naik mobil jeep lebih awal. Banyak wisatawan yang mulai naik ke penanjakan sejak pukul 03.00 WIB dari sekitar hotel dikawasan Cemoro Lawang Sukapura demi untuk melihat matahari terbit,” kata Gondo, salah seorang pengemudi mobil jeep di Bromo kepada koranbernas.id.

Dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam melewati kegelapan padang pasir sampai di pelataran bukit penanjakan puluhan mobil jeep sudah berjajar parkir dipinggir jalan.

“Karena ada 4 jalur yang menuju puncak Bromo maka ada sekitar 1.500 armada mobil jeep yang siap mengantar wisatawan. Dari Probolinggo sendiri ada sekitar 600 jeep yang siap mengantar wisatawan ke bukit penanjakan,” tutur Gondo warga Bromo.

Ketika sampai di puncak penanjakan rasa lelah dan mengantuk pun jadi hilang bersama dingin puncak bukit penanjakan, terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur.

Ditemani minuman hangat (kopi dan teh), serta jajanan ringan yang di jual di sekitar puncak penanjakan, menikmati indahnya pemandangan di puncak penanjakan terasa sangat lengkap dan tak terlupakan.

Pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo. (bid jalasutra/koranbernas.id)

Puas menikmati Bromo Sunrise, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke kaki gunung bromo. Perjalanan sekitar 1 jam dari Puncak penanjakan dengan mengendarai Jeep yang biasanya di sewakan satu paket antara Puncak penanjakan dan kawah Bromo. Dengan melewati lautan pasir yang membentang sangat luas tentu saja menjadi perjalanan yang mengesankan dan menyenangkan ke kaki Gunung Bromo.

Tiba di kaki Gunung Bromo (parkiran jeep), pengunjung masih melanjutkan perjalanan sekitar 2 km, bisa sewa jeep di Bromo maupun dengan berjalan kaki dan dilanjutkan menapaki anak tangga yang berjumlah sekitar 250 an. Sesampainya di puncak bukit penanjakan, pengunjung dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih yang tebal dan tentu saja fenomenal karena jarang ada di Indonesia bahkan di dunia.

Selain menyaksikan keindahan panorama di kawasan Wisata Gunung Bromo – Semeru, Pada hari tertentu masyarakat suku tengger mengadakan upacara adat yang terkenal dengan Upacara Kasodo.

“Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan di lemparkan ke kawah Gunung Bromo,” tambah Gondo.

Waktu yang terbaik mengunjungi kawasan Wisata Bromo adalah pada saat musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober karena pengunjung bisa menikmati keindahan panorama Gunung Bromo dengan sempurna. Kalau musim hujan keindahan panorama Gunung Bromo lebih banyak tertutup kabut. (yve)