Menikung Tajam, Bus Wisata Kejebur Jurang

214
Bus PO Limbersa terperosok masuk jurang di Dusun Lanteng, Desa Selopamioro,Kec Imogiri, Selasa (02/01/2018) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebuah bus pariwisata dari PO “Limbersa” asal Palembang dengan Nopol BG 7350 T terperosok dan terjebur masuk jurang di Dusun Lanteng, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sopir bernama Beni Saputra (42 tahun) diduga kuat sudah berusaha melakukan pengereman di tikungan tajam tersebut, terlihat dari bekas roda yang beradu dengan aspal. Namun Bus warna coklat muda itu tetap melaju tidak terkendali, sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang dengan kedalaman 25 meter.

Kaca bus hancur berantakan dan para penumpang berteriak histeris. Warga sekitar yang mendengar adanya benturan keras dan teriakan penumpang, segera menuju TKP dan melakukan upaya pertolongan sebelum akhirnya petugas kepolisian tiba di lokasi.

Korban tercatat 28 orang dengan sepuluh diantaranya adalah anak-anak dan Balita. Semua
penumpang dilarikan menggunakan ambulance ke RS baik RSUD Panembahan Senopati ataupun RS Nur Hidayah Jetis. Sebagian penumpang mengalami luka patah dan juga terkena pecahan kaca. Di lokasi kecelakaan terlihat pula makanan dan minuman berserakan milik penumpang bus termasuk juga terlihat botol minuman bayi.

Baca Juga :  Hindari Sikap Diskriminatif terhadap Penderita AIDS

Dari pantauan koranbernas.id di lokasi, kondisi jalan di tempat kejadian sangat curam. Bus yang melaju dari atas (Panggang, Gunungkidul) dan rencananya akan menuju Imogiri ternyata tidak terkendali saat di jalan menurun tajam dan langsung berbelok nyaris 45 derajat arah kanan.

Kasatlantas polres Bantul AKP Imam Buchori SIK mengatakan diduga kuat sopir tidak memahami medan, sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraan di tikungan sangat tajam itu.

“Sopir sekarang masih dalam perawatan medis, dan kita belum dalam keterangan dari yang bersangkutan. Tetapi kalau dilihat di lokasi, sopir sudah berusaha melakukan pengereman, terlihat dari bekasnya, namun bus tetap tidak terkendali,”kata Kataslantas yang sore ini berjibaku bersama anggota kepolisian dan relawan di lapangan agar lalu lintas penghubung Imogiri-Panggang itu tetap bisa berjalan lancar.

Baca Juga :  Sikap Cendikiawan Harus Dipupuk Sejak Dini

Sementara itu, menjelang sore, petugas terlihat mendatangkan dua unit mobil crane dari Polda DIY dan juga tim SAR DIY untuk upaya evakuasi. Namun hingga menjelang malam bus belum berhasil ditarik dari lokasi. Karena kondisi sudah gelap dan hujan mulai turun, maka evakuasi diputuskan dibatalkan dan rencananya akan dilanjutkan besok.

“Tidak kita lanjutkan kondisi sudah gelap. Hujan juga,” katanya.

Sedangkan salah satu penumpang Amar Ikhsan mengatakan saat kejadian dirinya sedang tertidur di dalam bus usai mereka berwisata di Pantai Baron, Gunungkidul. Tahu-tahu dirinya terbangun setelah merasakan benturan keras dan mendapati bus berada di jurang dan penumpang histeris.

“Semua penumpang ini adalah keluarga besar, ada orang tua, kakak, adik dan ponakan-ponakan. Kami berombongan untuk berwisata ke Jogja,” kata Anwar yang masih menjalani perawatan di RS Nur Hidayah Jetis. (yve)