Menristekdikti Kunjungi BPTBA

195
Menristekdikti, Mohammad Nasir melakukan kunjungan ke BPTBA LIPI Gunungkidul, Jumat (13/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (menristekdikti), Mohammad Nasir melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Gunungkidul, Jumat 13/07/2018). Kunjungan ini juga diikuti oleh Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Direktur Lembaga Litbang, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dan Tim Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kunjungan kerja dilakukan pasca ditetapkannya BPTBA LIPI sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek Bidang Teknologi Pengemasan Makanan Tradisinoal Indonesia, berdasarkan keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 319/M/KPT/2017 pada tanggal 13 Desember 2017.
Rombongan diterima Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. L.T Handoko.

Baca Juga :  Penghuni Rusunawa Kecewa

Hadir sejumlah instansi pemerintah mitra BPTBA LIPI seperti Bupati Luwu Utara, Walikota Payakumbuh, Bupati Gunungkidul, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta) serta UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang selama ini menjadi binaan BPTBA LIPI Gunungkidul. Antara lain CV. Buana Citra Sentosa, Andrawinaloka Gudeg Bu Citro, UKM Putri 21, KUB Purbarasa, PT. Manahnunggal Sejahtera/CV. Indonesia Kaya Rasa, CV. Umiyakko Java Food, CV. Niela Sary, RM. Empal Gentong H. Apud, UKM Brongkos Handayani Alkid, Kelompok Wanita Tani Barokah Saban.

Dalam kesempatan itu BPTBA LIPI memberikan gambaran, penjelasan, masukan-informasi dan sekaligus mengadakan diskusi dalam kegiatan diseminasi, implementasi terkait dengan pemanfaatan teknologi pengemasan makanan tradisional.

Baca Juga :  Ladies, Fashion itu Tak Sekedar yang Terlihat

Nasir mengharapkan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI dapat meningkatkan perolehan dan prestasi di bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pangan dan pengembangan makanan tradisional.

Lembaga pemerintah itu juga diharapkan lebih memacu program pemasyarakatan IPTEK sehingga produk-produk hasil riset dapat sampai ke masyarakat melalui program implementasi, diseminasi maupun layanan jasa iptek seperti yang selama ini telah diemban.(*/yve)