Mensos Idrus Marham Tertarik  Sepeda Motor “Viar”

288
Kepala Divisi Marketing dan Penjualan Muncul Group, Santoso Budiawan menjelaskan kepada Menteri Sosial Idrus Marham tentang keunggulan sepeda motor produk Viar. (prasetiyo/koranbernas.id)
  • Cocok untuk Bantu Daerah Bencana

KORANBERNAS.ID — Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham tertarik dengan produk kendaraan bermotor Viar. Bahkan, Mensos memuji produk-produk Viar sangat cocok untuk membantu tugas kebencanaan, di daerah yang sulit dijangkau sekalipun.

“Yang ini harganya berapa? Dan dapat dibeli di mana? Saya sangat tertarik dengan kendaraan jenis ini,” tanya Mensos Idrus Marham saat mengunjungi booth stand pameran produk Viar di Lapangan Logending  Pantai Ayah Kebumen, Senin (02/04/2018).

Mensos Idrus Marham yang datang ke Pantai Ayah pada acara puncak HUT ke-14 Tagana (Taruna Siaga Bencana) Indonesia, melontarkan pertanyaan itu kepada Kepala Divisi Marketing dan Penjualan Muncul Group, Santoso Budiawan.

Saat berada di stand Viar itu, Mensos Idrus Marham menunjuk Viar Karya 200 cc. Kendaraan roda tiga ini, setelah dimodifikasi memiliki kelebihan ada tanki air 700 liter dan ada pompa sedot.

Kendaraan ini tangguh di medan berat, cocok untuk droping air bersih di daerah bencana yang kesulitan air, hingga ke daerah pelosok. Juga bisa difungsikan untuk mobil pemadam kebakaran.

“Untuk saat ini, kami banderol Rp 50 jutaan, sudah termasuk Bea Balik Nama (BBN). Kendaraan ini bisa didapatkan di Muncul Motor Kebumen, dengan alamat Muncul Motor Kebumen Jalan A Yani 88 Kebumen No HP 08122866598. Saat ini, sudah banyak Pemda yang menggunakan kendaraan jenis ini,” ujar Santosa Budiawan.

Baca Juga :  Musisi Internasional Bakal Ramaikan LoL 2018

Dia menjelaskan,  Viar adalah sepeda motor produk asli Indonesia.  Viar berdiri  pada tahun 2000 di Jakarta, dan kini memiliki pabrik perakitan di berbagai tempat di Indonesia, di antaranya di Semarang. Jangkauan pemasarannya, kini meluas sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

Stand Viar di Lapangan Logending Pantai Ayah Kebumen, ramai dikunjungi. (prasetiyo/koranbernas.id)

Selanjutnya Santosa membandingkan, harga mobil tanki yang bisa sampai Rp 2 miliar per unit, maka lebih efisien bila memiliki lima Viar Karya 200 cc.

“Jika Pemda atau suatu instansi memiliki lima saja, dengan daya angkut sama seperti mobil tangki, harga totalnya jauh lebih murah. Dan kami jamin, suku cadang mudah didapat karena kami memiliki dealer dan bengkel yang tersebar di mana-mana. Perawatannya juga mudah,”  jelas Santosa Budiawan.

Atas jawaban Santosa, Mensos Idrus Marhan pun mengangguk-angguk. “Bagus, ini kendaraan cocok untuk tugas di daerah bencana,” puji Mensos Idrus Marham sambil mengangkat jempol kanannya.

Tak hanya Viar Karya 200 CC yang dipamerkan ke Mensos Idrus Marham,  Santosa juga memamerkan sepeda motor ATV Razor  dan Trail. “Untuk  ATV Razor, bisa dimodifikasi, dipasangi kawat seling  baja, lalu bisa untuk menarik pohon-pohon yang tumbang. Kendaraan jenis ini  bisa nanjak di daerah terjal, dan bisa untuk membawa logistik,” ujarnya.

Baca Juga :  Gale Nismara “Festivity” Semarakkan Galeria Mall

Sedangkan motor Trail Viar produk terbaru, lanjut Santosa Budiawan, memiliki fasilitas plug and play. Artinya, kendaraan ini bisa difungsikan sebagai pengganti genset. Juga bisa difungsikan sebagai mesin pompa, untuk menyedot air.

Viar Karya 200 cc, kendaraan tangguh masa depan,cocok untuk daerah bencana. (istimewa)

Bangga pada Tagana

Sementara itu Mensos Idrus Marham  dalam pidatonya di hadapan sekitar  2.000 relawan kemanusiaan ini,  menyampaikan  rasa bangganya kepada Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia atas kerja keras dan kerja ikhlasnya dalam penanganan kebencanaan di Indonesia.

“Saya bangga dan bahagia berdiri di depan para relawan kemanusiaan yang senantiasa mengabdikan dirinya untuk membantu orang lain. Tak terhitung kiprah telah dilakukan Tagana yang berdiri pada 2004 lalu. Kehadiran saudara di tengah masyarakat sebagai the first to help and care telah nyata dirasakan oleh masyarakat yang sedang didera bencana,” kata Mensos.

Tercatat sepanjang tahun 2017 terdapat 2.271 kejadian bencana di Indonesia. Berdasarkan data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), jumlah korban sepanjang tahun 2017  yakni  372 orang meninggal dunia,  dan 3,45 juta jiwa mengungsi.

Selain itu, terdapat 44.539 unit rumah rusak,  dan 1.999 unit fasilitas umum hancur. Ini membuktikan bahwa wilayah Republik Indonesia sangat rawan bencana. Kondisi ini  ditambah dengan intensitas hujan masih tinggi belakangan ini. (sol)