Menteri Perindustrian Dorong UKM Perbaiki Desain Produk

116
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berdialog dengan para pelaku industri, Kamis (29/03/2018) malam, di Angkringan JAC Pendapa Ndalem Jalan Sompilan Ngasem Kota Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya mendorong para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memperbaiki produk maupun desainnya.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara Ngobrol Santai Bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kamis (29/03/2018) malam, di Angkringan Jogja Automotive Community (JAC) Pendapa Ndalem Jalan Sompilan Ngasem Kota Yogyakarta.

Tidak hanya berlangsung meriah, acara tersebut juga dihadiri perwakilan pelaku industri kreatif, Dekranasda DIY, IWAPI DIY, perajin perak, batik, kuliner serta kelompok industri kreatif otomotif Yogyakarta.

“Kementerian Perindustrian mengadakan training, sebagai upaya untuk perbaikan produk dan perbaikan desain. UKM merupakan salah satu perhatian kementerian, yang perlu didorong ke arah industri kecil,” kata Airlangga Hartarto.

Dia kemudian memperkenalkan teman satu kosnya semasa kuliah di Yogyakarta. Fredi, pemilik Natasha Skin Clinic Center serta Hotel Grand Aston itu bisa menjadi contoh kesuksesan usaha yang dimulai dari nol, bukan dari tempat yang besar tetapi dari tempat kos.

“Buat para mahasiswa, Fredi ini bisa jadi contoh,” kata menteri. Artinya, menjadi entrepreneur merupakan pilihan yang tepat, apalagi Yogyakarta menyimpan potensi yang luar biasa.

Ditambah lagi, dunia saat ini sedang memasuki revolusi industri ke-4 yang ditandai segala sesuatu tidak lepas dari internet. Inilah kesempatan bagi pelaku industri kreatif.

Menurut menteri, era digital memberikan banyak pilihan bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produknya tanpa perlu sewa tempat di mal dan supermarket.

“Dengan digital platform memungkinan penjualan dalam volume kecil dan biayanya nol,” kata Airlangga Hartarto.

Dia mengakui tidak sedikit anak-anak muda meski belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) karena belum cukup umur, sudah terbiasa menjual produk dan memperoleh keuntungan.

“Ini yang kami dorong, supaya anak-anak kita punya kesempatan untuk berusaha,” kata menteri didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Drs Tri Saktiyana MSi.

Pada bagian lain soal Komite Industri Nasional, kepada wartawan, Airlangga Hartarto menyampaikan komite tersebut tujuannya untuk persiapan Indonesia menyongsong era digital.

“Indonesia mempersiapkan diri membuat roadmap industri digital sampai 2030. Komite itu diperlukan dan bekerja sama dengan multisektor. Pengembangan roadmap ke depan tidak tergantung satu kementerian saja tetapi berbagai kementerian,” paparnya.

Berdasarkan undang-undang Industri, memang dimungkinkan dibentuk Komite Industri Nasional yang bisa dipimpin oleh presiden atau dikordinasikan oleh menko. (sol)