Menu Khas Banyumas Manjakan Lidah Juri

237
Racana IAIN Purwokerto menyuguhkan menu khas Banyumas di event Festival Kuliner Nusantara PW PTK IV 2018. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Racana Sunan Kalijaga dan Cut Nyak Dien IAIN Purwokerto kembali berpartisipasi pada event Festival Kuliner Nusantara.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) IV Tahun 2018 yang digelar di Bumi perkemahan Riau, Rabu (09/05/2018).

Kontingen IAIN Purwokerto menyajikan empat menu khas Banyumas yaitu Soto Banyumas, Mendoan Mercon, Dawet Ayu dan Klepon pelangi, sedangkan menu wajib berbahan sagu adalah Rolade.

Kelima menu tersebut disuguhkan serentak bersama kontingen lain sejak pukul 12:00 sampai 13:30 di Ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa, dan memanjakan lidah para juri.

Ada sekitar 60 meja kuliner ditunggui oleh dua orang dari kontingen, masing-masing mengenakan pakaian adat dengan menu minimal dua jenis makanan.

Menu khas Banyuman yang disuguhkan Racana IAIN Purwokerto menarik perhatian juri dan pengunjung. (istimewa)

Wakil Rektor 3 IAIN Purwokerto Dr H Supriyanto Lc MSI mengatakan, kuliner merupakan salah satu upaya melestarikan warisan kuliner Nusantara dari generasi ke generasi. Salah satu menu yang dibuat Racana IAIN Purwokerto yaitu Mendoan.

Mendoan, makanan terbuat dari tempe digoreng dengan tepung setengah mateng itu selama ini dikenal di daerah karesidenan Banyumas meliputi Purwokerto, Cilacap dan sekitarnya.

Hana Nurmalasari,  salah seorang kontingen putri IAIN Purwokerto menjelaskan selain dapat disajikan sebagai makanan ringan untuk menemani minum teh dan kopi saat santai, mendoan bisa pula dijadikan sebagai lauk makan bersama nasi dan sayur.

Ketika disajikan sebagai makanan ringan, mendoan akan lebih terasa nikmat apabila dikonsumsi dalam keadaan panas dan disantap bersama cabai rawit ataupun sambal kecap.

Supriyanto sekaligus pimpinan kontingen IAIN Purwokerto menambahkan kegiatan ini mempunyai misi sosial untuk melestarikan kuliner Nusantara.

“Melalui misi ini, saya ingin mengajak seluruh pecinta kuliner kembali ke akarnya, yaitu mengenal, mencintai, hingga akhirnya ikut melestarikan kekayaan warisan kuliner Nusantara,“ ajaknya. (sol)