Menunggu Jet Lee Baru Lahir dari Kejurnas Wushu Piala Raja

240
Sebagian atlet yunior DIY yang berpartisipasi di ajang Kejurnas Wushu Piala Raja 2018. Kejurnas ini diharapkan mampu melahirkan atlet berbakat yang berprestasi dunia. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Vakum selama lima tahun, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali hadir, 29 Maret hingga 3 April 2018.

Kali ini, kejurnas yang bertajuk The Legends II: The Best Never Rest tersebut dipusatkan di GOR Amongraga Yogyakarta.

Pada edisi tahun ini, Kejurnas Wushu Piala Raja mempertandingkan dua kategori sekaligus yaitu kategori senior dan yunior.

Tentunya diharapkan ada sisi positif dari kejurnas yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PB Wushu Indonesia (PB WI) sekaligus Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Julius Yoga Kurniawan, mantan atlet pelatnas wushu dan peraih perunggu Sea Games 2015 menyebutkan, dari setiap event kejurnas selalu lahir bibit-bibit baru yang siap menjadi calon pewushu andal Indonesia di pentas nasional maupun dunia.

“Menurut saya, ajang kejurnas ini untuk menyaring bibit-bibit baru. Indonesia kan pasti butuh regenerasi atlet wushu,” ujar peraih medali perunggu PON 2016 untuk nomor taiji quan itu.

Baca Juga :  Mayat Bayi Itu Diberi Nama Ajeng Kliwon

Yoga sangat yakin, wajah-wajah baru dengan prestasi yang baik akan bermunculan di edisi Piala Raja tahun ini. Terlebih lagi, atlet andalan pelatnas tak bisa hadir, sehingga persaingan bagi atlet muda tak terlalu berat.

Dengan adanya ajang kejurnas, pewushu andal layaknya aktor laga kondang asal Mandarin, Jet Lee, bisa lahir dari situ. Jet Lee pun kebetulan merupakan duta dunia untuk olahraga wushu.

“Kita butuh bibit bibit baru supaya bisa naik ke pelatnas, meski baru pelapis. Lewat kejurnas ini, kita juga bisa tahu sejauh mana perkembangan wushu di daerah. Ini yang punya potensi, misalnya. Kemudian yang mana lagi yang punya potensi,” tuturnya, Kamis (29/03/2018) sore.

Baca Juga :  UPY Bersiap Jadi Universitas Berkelas ASEAN

Audisi

Wakil Ketua Umum PB WI, Andi S, kepada koranbernas.id menyatakan, bakat-bakat yang bermunculan di Kejurnas Wushu tahun ini akan dipantau untuk kepentingan audisi sebagai pelapis atlet pelatnas yang sudah ada saat ini.

Meski tak akan diprioritaskan mengisi slot pelatnas Asian Games yang saat ini sudah lama terbentuk, para pewushu yunior yang berprestasi cemerlang akan dipersiapkan untuk ajang Kejuaraan Dunia Wushu atau pun Sea Games 2019 yang akan digelar di Filipina.

“Kita akan ambil yang terbaik. Memang tidak untuk pelatnas sekarang, tapi bisa untuk pelapis. Kemudian kita lihat bagaimana perkembangan mereka,” kata dia.

Kejurnas Wushu 2018 resmi dibuka Kamis setelah sehari sebelumnya, Rabu (28/03/2018) dilakukan sesi pendaftaran ulang dan penimbangan badan atlet. Sebanyak 25 pengprov mengirimkan atlet-atlet mereka pada kejurnas kali ini. (sol)