Merapi Sudah Tiga Kali Batuk

183

KORANBERNAS.ID – Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Sleman sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia, tercatat sudah tiga kali batuk atau erupsi freatik dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir di bulan Mei 2018.

Erupsi freatik pertama terjadi pada Jumat (11/05/2018) pagi, hingga menimbulkan hujan abu yang melanda sebagai besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sedangkan erupsi freatik kedua terjadi Senin (21/05/2018) pukul 01:25, selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter dan amplitudo seismik terukur 20 mm. Sementara, erupsi freatik ketiga terjadi Senin (21/05/2018) pukul 17:50 dengan amplitudo 50 mm.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Senin (21/05/2018) malam ini, merilis data sudah terjadi hujan abu di wilayah Kalitengahlor Cangkringan Sleman, pada pukul 18:37. Arah sebaran abu vulkanik ke tenggara-selatan. Status aktivitas Merapi hingga saat ini dinyatakan tetap Normal.

Baca Juga :  Diduga Selingkuh, Dua Anggota DPRD Dilaporkan

“Pusdalops BPBD Sleman menerima informasi dari Kabid Kedaruratan dan Logistik yang telah dihubungi oleh BPPTKG,  bahwa telah terjadi erupsi freatik pada pukul 17:50 dengan amplitudo 50mm. Informasi dari BPPTKG via twitter @BPPTKG durasi letusan freatik itu tiga menit,” ungkap Joko Supriyanto, Kepala BPBD Sleman.

Pihaknya bersama instansi terkait serta relawan sudah melakukan sejumlah tindakan, yaitu memantau situasi dan kondisi wilayah Sleman khususnya di sisi utara.

Selain itu, juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman ke Kecamatan Cangkringan utamanya di wilayah Umbulharjo dan Glagaharjo.

Dilakukan pula koordinasi dengan bidang logistik untuk persiapan pembagian masker, koordinasi dengan Posko KSM Desa Glagaharjo terkait distribusi masker. Barak Gayam juga sudah dipersiapkan apabila sewaktu-waktu digunakan untuk pengungsian warga.

Baca Juga :  Tari Kolosal Meriahkan Hari Jadi Sleman

Situasi terkini, hujan abu terjadi di Kecamatan Cangkringan meliputi Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo. Di Kecamatan Pakem meliputi Purwobinangun, Hargobinangun dan Kaliurang. “Sebagian warga Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul bergeser ke Balai Desa Glagaharjo,” ungkapnya.

Dari video warga yang beredar di sosmed, terlihat gambaran saat sebagian warga turun dari desanya menuju ke lokasi yang dinyatakan aman. Sesekali terdengar suara tangisan anak kecil.

BPBD Sleman mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan beraktivitas seperti biasa serta mengantisipasi hujan abu di sekitar Merapi. Gunakan masker dan kacamata untuk antisipasi hujan abu tipis. (sol)