Merapi Tourism Festival Perebutkan Piala Gubernur

45
Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes berada di antara peserta kegiatan Merapi Tourism Festival 2018 di Museum Gunungapi Merapi, Sabtu (29/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Sebagai upaya mempromosikan berbagai destinasi wisata di Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan Merapi Tourism Festival 2018 yang berlangsung di Museum Gunungapi Merapi, Sabtu (29/09/2018).

Kegiatan yang dibuka langsung Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes ini sekaligus memperingati Hari Pariwisata Internasional (World Tourism Day) yang jatuh pada tanggal 27 September 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSi menjelaskan Merapi Tourism Festival 2018 terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu cooking competition, Three on Three Basket Ball, dan cooking class.

“Merapi Tourism Festival 2018 berlangsung dua hari yaitu Sabtu sampai Minggu (30/09/2018). Adapun basket diikuti oleh 54 tim dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Surabaya, Jakarta, Bandung, dan kota-kota di Pulau Jawa yang lainya,” paparnya.

Baca Juga :  PBB Lunas Berkat Tabungan Bank Sampah

Sementara peserta cooking competition sebanyak 55 tim dari DIY dan Jawa Tengah. Sedangkan kegiatan cooking class sendiri dilaksanakan hari kedua dengan menghadirkan Chef Juna bertempat di The Rich Hotel.

Kompetisi ini memperebutkan Piala Gubernur DIY, Piala Bupati Sleman dan Piala Kepala Dispar Sleman. Selain itu, juga terdapat hadiah uang total Rp 50 juta.

Sri Muslimatun menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pariwisata Sleman sebagai pihak penyelenggara serta menjadi leading sector mensinergitaskan empat pilar yaitu Pemerintah, Pengusaha, Akademisi dan Masyarakat.

Mereka saling mengisi serta bekerja sama untuk mengangkat Kabupaten Sleman mencapai visi Kabupaten Sleman dalam sektor Pariwisata.

“Di samping mengangkat pariwisata, juga lama tinggal wisatawan lebih panjang karena peserta yang ikut berasal dari berbagai daerah secara otomatis membutuhkan beberapa hari untuk stay,” jelas Sri Muslimatun.

Baca Juga :  Implementasi KLA Tergantung Kondisi Tiap Daerah

Dia berharap kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini terus diadakan setiap tahun dengan menampilkan festival yang lebih bervariasi dan inovatif. (sol)