Mereka Rela Antre Demi Kacamata Gratis

250
Perwakilan warga foto bersama Dirut RSUP Dr Sardjito Dr dr Darwinto SpB Onk serta Prof Dr Soehardjo SpM selaku pimpinan kesehatan mata, usai penyerahan secara simbolis kacamata gratis. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Terlihat kesibukan di Instalasi Rawat Jalan lantai satu RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Sabtu (03/02/2018). Memang, instalasi ini setiap hari kerja ramai tetapi kali ini berbeda dan lebih ramai dari biasanya.

Terdapat berbagai jenis peralatan pemeriksaaan mata ditata berjejer sesuai peruntukan. Banyak sekali warga yang rela antre memanjang untuk diperiksa sesuai urutannya.

Ada pemeriksaan tekanan bola mata, kemampuan baca jarak jauh, kemampuan baca dengan kacamata kir, kemampuan baca jarak dekat dan jauh sekaligus wawancara sejarah kesehatan mata masing-masing orang.

Menurut seorang petugas, pemeriksaan memang cukup komprehensif untuk mengetahui kondisi mata secara riil. Ini sangat penting guna memutuskan apakah yang bersangkutan memerlukan kacamata, ganti kacamata atau tidak. Selain itu, juga untuk menentukan ukurannya.

Pemeriksaaan mata gratis dalam rangka peringatan 36 tahun RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas.id)

Skrening mata dan pemberian kacamata gratis itu digelar dalam rangka peringatan 36 tahun RSUP Dr Sardjito. “Ini merupakan bentuk perhatian dan ucapan terima kasih RSUP Dr Sardjito kepada karyawan serta kalangan jurnalis guna menunjang kelancaran kerja,” ungkap Dr dr Darwinto SpB Onk, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito.

Menurut dia, mata merupakan bagian yang sangat penting bagi kelancaran kerja sesuai bidangnya masing-masing.

Menjawab pertanyaan koranbernas.id, Darwinto menyatakan pasien unit pelayanan kesehatan mata di Sardjito cukup banyak. Rata-tata pasien rawat jalan per hari 200 orang. Sedangkan pasien rawat inap rata-rata 30 orang dengan dukungan peralatan canggih dan lengkap.

Kesehatan mata seseorang bisa berubah karena usia (degeneratif), penyakit, benturan atau sebab lain. Termasuk di antaranya dampak kemajuan teknologi sehingga banyak orang sebagian besar waktunya ada di depan layar komputer, laptop dan sejenisnya.

Warga rela antre menunggu giliran periksa mata.(arie giyarto/koranbernas.id)

Staf humas rumah sakit ini, Sri Suyatini, menjelaskan skrening dilaksanakan terhadap 300 tenaga outsourcing, petugas parkir,  cleaning service dan satpam.

Disediakan pula 50 kacamata untuk jurnalis, terutama yang aktif meliput kegiatan RSUP Dr Sardjito. Tetapi dari hasil pengumpulan kembali formulir setelah pasien diperiksa dimungkinkan melampaui target.

“Bagi mereka yang hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya kacamata akan segera disiapkan sesuai ukuran plus minusnya,” kata Sri yang bidang tugasnya sangat akrab dengan wartawan itu.

Kegiatan skrening mata dan pemberian kacamata gratis itu bersamaan dengan ulang tahun ke-58  Dr Darwinto. Secara mengejutkan, Darwinto disodori kue ulang tahun yang kemudian dipotong di panggung. Salah satu  potongan kue diberikan kepada Prof Dr Soehardjo, pimpinan Unit Mata. (sol)