Merti Desa Berlangsung Sehari Semalam

323

KORANBERNAS.ID — Tradisi Merti Desa atau Grebeg Desa selalu menjadi perhatian warga. Demikian pula pelaksanaan Merti Desa di Desa Jetis Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung.

Acara yang diselenggarakan rutin tahunan itu dilaksanakan setiap bulan Sapar, dengan diikuti peserta dari 6 RT. Acara ini juga merupakan tradisi masyarakat Jetis sejak zaman dahulu dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Merti Desa dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas mata air yang selalu melimpah. “Kami merasa bersyukur atas rahmat yang diberikan, sehingga desa kami tidak pernah merasakan kesulitan air,” kata Sudibyo, Kepala Desa Jenis.

Untuk memeriahkan acara, atas inisiatif warga digelar pertunjukan seni dan budaya seperti Kubrosiswo, Sorengan, Kuda Lumping, Topeng Ireng, Wayang Kulit, Drumband TK-SD Desa Jetis. Juga ada pengajian bersama KH Usman Ridho dari Kecamatan Bulu Temanggung.

Acara yang berlangsung sehari semalam dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat desa itu, dibuka dengan doa bersama dan nyadran di masing-masing RT, dilanjutkan tradisi berjalan berarakan mengelilingi desa.

“Dalam Merti Desa tahun ini, semua biaya dibebankan kepada masayarakat dengan cara iuran. Setiap Kepala Keluarga (KK) dalam satu rumah diwajibkan iuran Rp 100.000. Jumlah KK ada 300,” kata Sudibyo.

Dana yang terkumpul dialokasikan khusus untuk biaya acara Merti Desa seperti pengajian, pawai kesenian serta konsumsi.

“Sedangkan ogoh-ogoh urunan pada tiap RT , agar masing-masing  RT dapat mengeluarkan ikonnya untuk ditampilkan pada pawai kesenian keliling desa,” ujarnya.  (sol)