Mesin Pesawat Mati di Ketinggian 5.000 Kaki

Erix Soekamti Dikabarkan Tak Alami Shock

147
Ketua JFC Tjandra Agus Budiman memberikan keterangan pers, Selasa (04/09/2018) malam, terkait jatuhnya pesawat latih ringan jenis Sky Ranger yang diawaki salah satunya oleh vokalis band Endank Soekamti, Erik Kristianto alias Erix Soekamti. (rosihan anwar/koran bernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ketua Jogja Flying Club (JFC) Tjandra Agus Budiman menyebutkan kecelakaan pesawat microlight berjenis Sky Ranger dengan nomor seri PK S160, Selasa (04/09/2018) sore, masih dalam penyelidikan.

Pesawat yang diawaki Erik Kristianto atau populer dengan sebutan Erix Soekamti itu jatuh akibat mesin pesawat mati di ketinggian 5.000 kaki.

Tjandra yang juga pengurus Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) DIY mengungkapkan, pesawat tersebut layak untuk diterbangkan. Apalagi pesawat Sky Ranger itu masih berusia muda yaitu produksi tahun 2006.

“Di pesawat bukan dihitung dari segi usia ya, apakah layak atau tidak. Tetapi, pengecekan mesin pesawat secara periodik. Dan saat dilakukan pengecekan pesawat, kondisinya layak,” katanya kepada sejumlah media di Media Center Pentak TNI AU Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Baca Juga :  Dari Daun Segar Tercipta Batik yang Indah

Tanda tanya besar bagi Tjandra adalah penyebab matinya mesin pesawat microlight tersebut. Hal itu yang masih akan diselidiki oleh FASI.

Ya, walaupun dari awal sudah dicek semua, dan mesin dalam keadaan normal, tetapi tadi mesin pesawat persis pada pukul 16:00 mati,” terangnya.

Namun, demikian pilot Faslan Havisha serta co pilot Erik Kristianto yang juga vokalis grup rock Endank Sukamti memberikan sinyal gawat darurat sekitar pukul 16:00 sore.

Dari keterangan awak pesawat yang keduanya selamat, mesin pesawat mengalami masalah serius dan kemudian mati di ketinggian 5.000 kaki.

Oleh sebab itu, pesawat microlight mendarat tiba-tiba di perkarangan warga yang berdekatan dengan landas pacu Lapangan Udara Gading.

Tjandra Agus Budiman, Ketua Jogja Flying Club dan anggota FASI DIY mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat insiden jatuhnya pesawat itu. “Pilot dan co-pilotnya aman, tidak ada korban jiwa apa pun,” tutur dia.

Baca Juga :  Dari Sampah Hasilkan Rupiah

Tjandra Agus Budiman menyatakan, pesawat latih ringan Sky Ranger buatan tahun 2006 itu sangat layak untuk diterbangkan. Pengecekan kondisi pesawat dan awak juga dilakukan sebelum latihan terbang dimulai dari bandara Adisutjipto menuju Lapangan Udara Gading Gunungkidul.

Pesawat milik Erix Soekamti saat ini telah selesai dievakuasi dengan ditarik menggunakan tali tambang setelah jatuh di pohon mahoni milik warga.

“Saat saya ketemu Erix tadi kondisinya cukup tenang, tidak shock. Sebab itu, saya diminta ke sini untuk memberikan keterangan (ke awak media),” tandasnya. (sol)