Mikir Mantu, Juminten Bunuh Diri

894
Ny Juminten warga Candran,Desa Bangunharjo,Kecamatan Sewon ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya,Sabtu (1/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Ny Juminten (52 tahun) warga Widoro Candran Rt.10, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya, Sabtu (01/09/2018) pagi.

Juminten ditemukan suaminya Marsudi alias Rebo (57 tahun) menggantung di gawang kamar tidur menggunakan selendang batik motif merah putih. Suami korban menuturkan,sekitar jam 05.30 WIB dirinya bangun tidur dan berniat ke kamar mandi.

“Saya kaget saat bangun melihat istri saya sudah menggantung,” kata Rebo.

Diapun segera menurunkan istrinya denga cara dibopong ke ruang tamu.Saat di cek istrinya sudah kondisi meninggal. Dirinyapun berteriak-teriak memanggil anaknya Tri Lestari (18 tahun) yang ada di kamar lain. Kegaduhan pagi tersebut didengar tetangga yang segera berdatangan ke rumah korban.

“Istri saya memang sedang mengalami tekanan memikirkan kebutuhan karena mau mantu.Tapi saya tidak menyangka istri saya akan seperti ini,” ujar Rebo tertunduk.

Selendang yang digunakan buat gantung diri Ny Juminten.(istimewa)

Sementara itu petugas Polsek Sewon yang mendengar laporan dengan dipimpin Ipda Harjon KSPK III beserta fungsi Sabhara, Reskrim, dan Intelkam segera berkoordinasi dengan Tim inafis Polres Bantul. Petugas bergegas ke lokasi.

Begitupun dengan petugas medis Puskesmas Sewon 2, Ny Samsih Haryani. Berdasar hasil pemeriksaan dari petugas medis Puskesmas Sewon 2 maupun tim inafis Polres Bantul,diketahui korban meninggal dunia murni gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan dalam tubuh perempuan yang ditemukan mengenakan kaos putih celana hitam tersebut.

Selain itu ditemukan pula luka jeratan di leher serta lidah menjulur. Usai di periksa, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (yve)