Mimpi Nazar Mendengar Suara Ibu Akhirnya Terwujud

274
Camat sedayu Drs Fauzan Mu’arifin, dr Sistia Utami dan Kompol Sugiyarta Amd memasangkan alat bantu dengar kepada Nazar Muktiansyah di Desa Argomulyo, Selasa (29/8/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Semburat wajah Nazar Muktiansyah (25) warga Dusun Samben, Desa Argomulyo langsung berseri saat camat Sedayu Drs Fauzan Mu’arifin memasangkan alat bantu dengar di rumahnya, Selasa (29/8) siang. Saat itulah, setelah menderita lemah syaraf pendengaran sejak 23 tahun silam, Nazar bisa mendengar suara ibunya Tutik Wahyuni (52) untuk pertama kalinya.

“Au cene (aku seneng,red)” kata Nazar terbata-bata.

Sontak air mata ibundanya tidak bisa ditahan membasahi pelupuk matanya. Berulang kali tangannya mengusap mata yang mulai dihiasi keriput tersebut.

“Anak saya ini lahir normal seperti anak pada umunya. Pintar bicara juga,” kata Tutik Wahyuni kepada koranbernas.id yang ikut rombongan.

Petaka itu datang saat tahun 1994 dikala Nazar berusia 2 tahun terserang panas sangat tinggi. Kendati tidak sampai kejang, namun panas sehari tersebut membuat anak pertama dari dua bersaudara itu kemudian tidak merespon ketika keluarganya mengajak bicara.

Cemas dengan kondisi yang ada, Tutik membawa anak lelakinya itu berobat ke RS Fatmawati Jakata selama hampir tiga bulan. Karena keterbatan biaya, akhirnya Nazar dibawa pulang ke rumahnya. Pekerjaan ayahnya sebagai tukang bangunan sudah tidak mampu menopang segala keperluan selama di Jakarta.

Baca Juga :  Pentas Wayang jadi Pilihan Sosialisasikan Kebijakan Registrasi Kartu Pra Bayar

“Begitu pulang saya masukan Nazar ke Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kalibayem hingga saat ini dari sejak usia TK,”katanya.

Kendati tidak bisa berbicara dengan baik dan tidak mampu mendengar, Nazar tetap rajin sekolah, bekerja seperti membuat kandang ayam atas permintaan tetangga bahkan bisa buruh membatik. Ibadahnya juga tidak pernah ditinggal.

“Asal waktunya sholat, Nazar langsung pergi sholat. Alhamdulillah ibadahnya baik,”katanya.

Maka ketika kini anaknya bisa mendengar kembali, Tutik merasa sangat bersyukur. Alat bantu dengar memang diidamkan sejak dulu namun belum terbeli.

“Memang sejak sekolah, saya sudah tidak pernah lagi membawa Nazar untuk diperiksa kondisi pendengaranya karena biaya yang terbatas. Juga tidak terlatih bisa bicara,” kata Tutik.

Maka ketika ada bantuan alat tersebut, hatinya benar-benar bahagia.

“Cene…iya…iya,”kata Nazar saat ditanya perasaannya.

Ekspresi wajahnya memancarkan rasa bahagia yang luar biasa. Begitupun dia mengangguk ketika ditanya apakah bisa mendengar suara orang-orang disekitarnya.

Sementara Camat Sedayu Drs Fauzan Mu’arifin mengatakan bagi penderita difabel di wilayah Sedayu akan mendapatkan alat bantu seperti kursi roda dan alat bantu dengar seperti apa yang diserahkan kepada Nazar. Untuk Kecamatan Sedayu, khusus alat bantu dengar rencana akan disalurkan 3 alat lagi kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga :  PKS Minta Pemkab Bebaskan Lahan

Pendataan melibatkan pihak-pihak di desa termasuk juga dari Bhabinkamtibmas Polsek Sedayu dibawah komando Panit I Bhinmas Iptu Agus Supraja SH dan juga Babinsa dibawah kendali Danramil 02/Sedayu, Kapten (Inf) Kusmin.

“Untuk sumber dana saya memaksimalkan dana non APBD. Misalnya dari BAZ ataupun juga dari donatur. Untuk hari ini dana berasal dari inkak KBIH Aisyiyah,”katanya.

Sedangkan dr Sistia Utami mengatakan setelah dicek kondisi Nazar adalah tuli sedang berat.

“Dengan kondisi tersebut , yang bersangkutan sudah tidak bisa dipulihkan, kalau kita bicara pemulihan ya. Soalnya memang syarafnya sudah tidak terlatih lama. Jadi yang bisa kita lakukan adalah mempertahankan agar tidak semakin lemah,” kata Sistia.

Setidaknya dengan alat bantu dengar tersebut masih bisa mendengarkan suara hingga 30 persen.

“Setelah menggunakan alat bantu dengar ini perawatanya tidak terlampau sulit. Pokonya kalau kotor dibersihkan saja, dan dijaga untuk alat yang masuk ke telinga harus tetap lunak. Jika keras diganti,”katanya. (yve)