Minim Anggaran, Dewan Pendidikan Diminati

430

KORANBERNAS.ID — Meskipun anggaran untuk menjalankan organisasi sangat minim, tapi peminat calon anggota Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Kebumen cukup tinggi.

Terbukti dari 11 anggota yang dibutuhkan, hingga berakhirnya masa pendaftaran calon anggota DPK Kebumen masa  keanggotaan  2017-2022, Selasa (17/10/2017), ada 44 orang pendaftar. 23 orang  berpendidikan  strata 2, selebihnya strata 1.

Panitia  Reorganisasi  DPK Kebumen yang juga Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Kebumen, Endang Widuri, kepada koranbernas.id menjelaskan hingga  ditutupnya pendaftaran ada  44 orang mendaftar, sebagian perseorangan, sebagian  lagi dikirim lembaga.

“Ada seorang bapak mendaftarkan  istrinya kader PKK. Ada rekomendasi  dari PKK desa,“ ujar Endang Widri kemudian menyebut seseorang yang cukup aktif di media sosial.

Baca Juga :  Gunung Slamet 'Meletus', Warga Berlarian Mengungsi

Pencermatan  koranbernas.id, ada beberapa nama pendaftar pernah menjadi  anggota DPK Kebumen. Di antaranya,  Warjan (pengawas pendidikan),  Mundir  Hasan (pendidik), Warno (pendidik). Sebagian  besar pendaftar, namanya belum dikenal.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kebumen, Sudirman,  dan  Ketua DPK Kebumen  masa keanggotaan 2012- 2017, Sugiharto, menjelaskan publikasi pendaftaran calon anggota DPK Kebumen masa keanggotaan 2017-2022, melalui beberapa media cetak dan elektronik lokal.

Selain itu, mengirim surat ke perguruan tinggi swasta, lembaga pendidikan, yayasan pendidikan dan organisasi profesi pendidikan.

Sugiharto mengungkapkan, selama 5 tahun memimpin DPK Kebumen,  anggaran dari pemerintah sangat minim. Anggaran terbanyak pada masa  keanggotaan 2013, dari Kementerian  Pendidikan  sebanyak  Rp 25 juta.

“DPK Kebumen hanya bisa memberi honor petugas sekretariat Rp 100. 000 per bulan,“ kata Sugiharto.

Baca Juga :  Retribusi Pasar akan Naik Lima Kali Lipat

Di penghujung masa keanggotaannya akhir Oktober 2017, anggaran hanya bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen besarnya rata-rata Rp 10 juta.

Anggaran sebesar Rp 10 juta itu per tahun.  Ada yang berupa  dana  hibah, ada dana yang dikelola Dinas Pendidikan Kebumen. (sol)