Miras Puluhan Botol Disembunyikan di Dalam Tanah

313
Petugas Satpol PP Bantul melakukan sidak penambang pasir di  dekat Laguna Depok dan menggelar razia miras di tiga titik, Rabu (02/05/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul menggelar dua razia yakni penambang pasir di dekat Laguna Depok Pantai Parangtritis serta razia minuman keras (miras) di tiga lokasi berbeda.

Razia  miras dilakukan di warung milik Sundari (54) warga Dusun Kanutan RT 07 Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro. Dari tempat ini  petugas mengamankan vodka 2 botol, 1 botol anggur kolesom serta 9  botol gold fiteret draft beer.

Razia juga digelar di rumah Sarjiman (55) warga Mancingan XI Desa Parangtritis Kecamatan Kretek. Petugas mendapati ciu 47 botol  yang disembunyikan di belakang rumahnya dengan cara ditimbun di dalam tanah.

Sedangkan di rumah Yuli Prasetyo (30) juga warga Mancingan petugas mengamankan Vodka 44 botol, anggur merah 5 botol serta anggur kolesom 2 botol.

Baca Juga :  Embung Merdeka Jadi Destinasi Wisata

Petugas juga memberikan pembinaan kepada 24 orang penambang  pasir ilegal termasuk sopir truk dan juga kernetnya. “Kami belum memberikan hukuman, namun sifatnya baru peringatan saja karena mereka menambang tidak mengantongi izin,” kata Kasi ketertiban Umum Kantor Satpol PP Bantul, Sunarto S Sos, usai melakukan razia.

Selain penambangan liar petugas juga melakukan pengawasan ke gumuk pasir agar jangan sampai ditambang. Pantauan di gumuk pasir steril.

“Memang menurut pengakuan penambang, kualitas pasir di seputar Laguna Depok itu bagus. Dalam sehari penambang itu mendapat uang Rp 400.000 sampai Rp 600.000,” katanya.

Sedangkan pemilik  perahu setiap hari mendapat uang sewa Rp 200.000.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kantor Satpol PP, Anton Victory, mengatakan razia tersebut bertujuan untuk menegakkan aturan  dan juga menciptakan ketertiban umum di masyarakat.

Baca Juga :  Heboh Mayat Bayi di Tumpukan Sampah

“Bagi penjual Miras kita jerat dengan Perda Nomor 2/2012,” katanya, Perda ini mengatur tentang pengawasan, pengendalian, peredaran dan pelarangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Bantul, dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 50 juta. (sol)