Miris, Lumba-lumba Hidung Botol Mati di Trisik

82
Warga menonton bangkai ikan hiu jenis hidung botol yang ditemukan mati di Pantai Trisik Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (06/08/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Seekor ikan lumba-lumba jenis hidung botol ditemukan mati di Pantai Trisik Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (06/08/2018). Ikan yang cukup besar ini sudah mengeluarkan bau busuk dan amis. Akibatnya bangkai tersebut mengundang perhatian warga sekitar untuk menonton dan mengambil gambarnya.

Kepala Dukuh Sidoteja Banaran yang juga Koordinator Tim SAR Pantai Trisik, Jaka Samudra memperkirakan, lumba-lumba sudah mati sejak di laut.

“Kemungkinan besar karena suhu perairan sangat dingin. Mati di air lalu terhanyut ke pantai,” ujar Jaka.

Diperkirakan udara dingin dan gelombang besar mempengaruhi kesehatan ikan. Bagi warga pesisir Trisik lumba-lumba memang bukan pemandangan asing bagi warga. Mereka kadang menyaksikan gerombolan lumba-lumba di perairan lepas laut Selatan Jawa yang juga berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Baca Juga :  TIK Andalan Sleman Guna Maksimalkan Pelayanan Publik

Menurut Jaka, pemandangan migrasi lumba-lumba terlihat di bulan Mei-Juni. “Kelihatan saat bareng-bareng meloncat,dipermukaan air.┬áIkan ini ukurannya cukup besar sehingga butuh enam atau delapan orang untuk mengangkat ikan kegerobag guna dibawa ketempat menguburnya,” jelasnya.

“Saya tahu ada lumba lumba terdampar dari medsos. Penasaran dengan kabar itu saya ajak anak datang untuk melihat,” ujar Hanum (31) warga Wahyuharja yang menuntun anaknya.

“Ikan gurami dikolam saya banyak yang mati akibat udara dingin sekarang ini. Mungkin lumba-lumbaini ya seperti itu,” tutur Rita warga Banaran yang nonton ikan ini.(yve)