Miris, Warga Buang Sampah di Jalan

434
Tumpukan sampah di depan pasar Totogan Ngawen,tepatnya di perempatan Ngupit Jalan Klaten-Jatinom-Boyolali. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Kecewa gara-gara tidak punya tempat pembuangan sampah, para pedagang pasar Totogan Desa Ngawen Kecamatan Ngawen dan warga sekitar pasar nekat membuang sampah dipinggir jalan. Akibatnya kawasan disekitar pasar Totogan menjadi kumuh dan bau.

Para pedagang mengaku nekad membuang sampah di perempatan depan pasar itu karena tempat pembuangan sampah di pasar telah dibongkar dan tidak ada pengganti.

“Sebelum pasar dibangun ada tempat pembuangan sampah di dalam pasar. Tapi sejak pasar dibongkar dan dibangun tidak ada lagi tempat buang sampah. Kami terpaksa buang sampah di bawah bangjo Ngupit,” kata Ngatini, salah seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di pinggir jalan sekitar pasar, Kamis (05/10/2017).

Baca Juga :  Ratusan Ribu Arsip Dimusnahkan

Warga Gatak Ngawen itu menambahkan sikapnya membuang sampah di pinggir jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap dinas perdagangan yang membangun pasar dengan mengabaikan tempat pembuangan sampah. Padahal produksi sampah pedagang setiap hari cukup banyak.

Kekecewaan yang sama disampaikan warga yang tinggal di depan pasar Totogan. Sebagai wujud protes atas masalah sampah disana, mereka menjungkirbalikkan gerobak sampah yang ada di pasar itu.

Camat Ngawen Anang Widiatmoko juga prihatin atas adanya tumpukan sampah di perempatan depan pasar Totogan. Apalagi perrempatan itu merupakan jalur Klaten-Jatinom-Boyolali, jalur Jatinom-Karangnongko dan jalur resmi truk pengangkut Galian C yang setiap hari sangat padat arus lalu lintas.

Di tempat terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pasar Totogan Hery Susilo menjelaskan nantinya di pasar itu akan dibuat tempat pembuangan sampah untuk menampung sampah pedagang. Namun sekarang ini pekerjaan difokuskan pada bangunan.

Baca Juga :  Asmara Dua Sejoli Ini Berujung Tragedi Memilukan

Sementara itu Kasi Kebersihan Pengolahan Sampah dan Limbah Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU dan Penataan Ruang, Wudodo menjelaskan untuk penanganan sampah di depan pasar Totogan Ngawen pihaknya mengambil 2 hari sekali.

“Tiap dua hari sekali pasti diambil petugas yang jalur Jatinom. Selanjutnya sampah itu dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” katanya. (yve)