MKGR DIY Sarankan Keluarga Cendana Bersatu

175
Gandung Pardiman dan Airlangga Hartarto. (dok koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ketua DPD Ormas MKGR DIY, Drs Gandung Pardiman MM, menyarankan Keluarga Cendana harus bersatu, sehubungan Titiek Soeharto berniat maju sebagai calon Ketua Umum (Ketum) pada munaslub Partai Golkar.

“Untuk maju sebagai caketum Golkar, Keluarga Cendana harus bersatu dulu dalam visi dan misi yang sama. Dulu produk keluarga Cendana ada PKPB (Partai Karya Peduli Bangsa) besutan Mbak Tutut, Partai Karya Republik bentukan Ary Sigit dan belum lama ini Partai Berkarya didirikan oleh Tommy Soeharto. Jadi menurut saya Keluarga Cendana masih bias menatap Partai Golkar,” ujarnya Senin (11/12/2017).

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY ini, Partai Golkar sekarang adalah partai politik (parpol) masa depan, yang melihat ke depan bukan ke belakang serta bukan parpol nostalgia romantika.

Baca Juga :  Pemerintah Ubah Formulasi Distribusi Dana Desa

Partai Golkar pascareformasi berbeda dengan masa Orde Baru. Golkar di masa orde baru hanya menjadi kuda troya, kuda tunggangan politik  dan alat stempel. Hal itu tidak boleh  terjadi lagi di Partai Golkar sekarang ini.

“Golkar zamannya Pak Akbar Tanjung meski mendapat tekanan luar biasa namun bisa menang pemilu. Ini karena menggariskan paradigma baru Partai Golkar dan yang paling urgen adalah pada waktu itu Partai Golkar menyatakan  putus hubungan dengan masa lalu Orde Baru. Karena itulah Partai Golkar menang,” ujar mantan Ketua DPD I Partai Golkar DIY dua periode itu.

Dia mengakui, pada pemilu 2014, Golkar terjebak slogan penak jamanku to,  akibatnya suara Partai Golkar di Daerah Istimewa Yogyakarta berkurang 60 ribu.

“Pada pemilu lalu, kami pakai slogan itu, penak jamanku to, tetapi perolehan suara justru turun. Padahal daerah pemilihan keluarga Cendana (Titiek Soeharto) ada di DIY,” ujarnya.

Baca Juga :  ISYF Ingin berkontribusi Bagi Pemuda Indonesia

Gandung menambahkan, sesuai tata tertib pada munaslub nanti semua kader bisa  menjadi bakal calon ketua umum. Bakal Calon bisa menjadi calon apabila mendapat dukungan 150 pemegang suara.

Bakal calon yang tidak mendapatkan minimal jumlah pendukung 150 suara  atau yang telah disepakati dalam tata tertib dinyatakan gugur. Sedangkan bagi calon yang mendapatkan dukungan suara sesuai tata tertib dapat lanjut pada pemilihan tahap kedua.

“Saya berharap calon ketua umum yang maju dalam munaslub nantinya adalah kader-kader yang bersih, amanah dan dapat membawa perubahan serta mampu meningkatkan elektabilitas  Partai Golkar sehingga menjadi pemenang pemilu 2019 mendatang,” kata Gandung. (sol)