Modus Penipuan Marak, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Tidak Lakukan Korespondensi dengan Pelamar Kerja

340
Ilustrasi (Merdeka.com)

KORANBERNAS.ID—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) menegaskan tidak pernah melakukan korespondensi terkait pembukaan lowongan kerja dan proses rekruitmen calon karyawan. Sehingga apabila ada statemen melalui media massa ataupun media sosial  ataupun korespodensi lainnya, hal itu dipastikan bukan dari BPJS TK.

Dalam rilis yang dikirim ke redaksi koranbernas.id, Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz menegaskan, akhir-akhir ini berita dan informasi penipuan, khususnya kepada para pelamar kerja, sering ditemukan. Termasuk yang terkait dengan proses rekruitmen yang dilakukan BPJS TK.

“Modus yang dilakukan para pelaku penipuan biasanya adalah menyatakan bahwa peserta dinyatakan lulus dan diwajibkan untuk membayar sejumlah uang jika ingin melanjutkan ke tahap rekrutmen dan seleksi berikutnya. Jika tidak berhati-hati, para peserta rekruitmen dan seleksi calon karyawan BPJS Ketenagakerjaan maupun warga net bisa termakan oleh tipuan ini,” kata Naufal, Minggu (06/05/2018).

Naufal mengatakan, seperti yang saat ini beredar di media sosial tentang sebuah surat mengenai proses perekrutan pegawai BPJS Ketenagakerjaan.

Percakapan di WhatsApp terkait modus penipuan yang diperoleh redaksi. (istimewa)

BPJS Ketenagakerjaan sedang melakukan proses seleksi karyawan baru untuk ditempatkan di berbagai posisi penugasan pada unit kerja di seluruh wilayah Indonesia sesuai kebutuhan. Proses seleksi ini tidak dikenakan biaya ataupun perjanjian khusus.

BPJS Ketenagakerjaan juga tidak melakukan korespondensi apapun terkait pelaksanaan rekrutmen ini kepada peserta.

“Komunikasi kami hanyalah pengumuman melalui media resmi proses Rekrutmen dan Seleksi BPJS Ketenagakerjaan di laman rekrutmen.bpjsketenagakerjaan.go.id. Selain itu, tidak,” tegasnya.

Proses seleksi kali ini diperuntukkan bagi jalur fresh graduate dalam rangka memenuhi kebutuhan karyawan di BPJS Ketenagakerjaan yang nanti nya akan ditempatkan pada unit kerja diseluruh Indonesia.

“Untuk menghindari benturan kepentingan yang bersinggungan langsung maupun tidak langsung dengan BPJS Ketenagakerjaan, kami melibatkan konsultan independen yang kredibel dalam proses rekrut dan seleksi. Sejak dibukanya proses pendaftaran pada akhir Februari 2018, jumlah pelamar mencapai 128.590 kandidat. Sehingga calon karyawan yang terpilih nantinya merupakan putra-putri terbaik yang memiliki kompetensi sesuai yang kami butuhkan,” terang Naufal.

Pada masing-masing tahapan yang telah dilewati, BPJS Ketenagakerjaan memberi pengumuman melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan yang dapat diakses langsung dengan menggunakan akun masing-masing peserta Rekrutmen dan Seleksi Calon Karyawan BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terdaftar pada laman rekrutmen.bpjsketenagakerjaan.go.id.

“Kami juga tidak melakukan korespondensi dalam bentuk apapun kepada peserta seleksi. Apalagi sampai memungut biaya guna menjanjikan kelulusan. Kami pastikan seluruh proses seleksi ini dilakukan secara fair dan transparan. Bila ditemukan penyimpangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakat dapat langsung melaporkan kepada kami,” tutup Naufal. (*/SM)