Monaco Ajang Pembuktian Generasi Milenial

228
Kasiyarno, perwakilan PP Muhamdiyah Pusat bersama Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri, Kepala Sekolah Muhi Tri Ismu Husnan Purnomo, Kapolres Tegaalrejo, Komandan Kodim 474 dan Ketua Panitia Monaco 2018 membuka Monaco di SMA Muhi, Senin (10/9/2018). (w asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Generasi muda merupakan penerus bangsa. Di tangan merekalah estafet kepemimpinan negeri ini akan dipegang nantinya.

“Karenanya upaya menggali potensi generasi muda terus dilakukan pemerintah melalui kerjasama dengan berbagai pihak, tidak hanya potensi akademik tetapi juga potensi lainnya,” ujar Walikota Yogyakarta yang diwakili Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri dalam Moehi National Competition (Monaco) di SMA Muhammadiyah Yogyakarta (Muhi), Senin (10/9/2018).

Melalui kompetisi antarpelajar tersebut, Walikota berharap memupuk semangat dalam mengembangkan potensi mereka.

“Bekali dirimu dengan ilmu yang bermanfaat. Jadilah generasi muda yang baik dan junjung tinggi nilai sportifitas,” tambah walikota.

Sementara Kasiyarno, perwakilan dari PP Muhammadiyah mengatakan, sekolah dibawah Muhammadiyah perlu menjaga kualitas. Peningkatan kualitas dimulai dari tingkat atas hingga bawah.

“Meskipun SMA Muhi sudah terkenal tetapi tetap harus evaluasi dan menjaga kualitas,” ujarnya.

Tri Ismu Husnan Purnomo, Kepala SMA Muhi menyampaikan kompetisi ini untuk melahirkan anak- anak berprestasi. Kompetisi nopn akademik dan akademik tingkat nasional tersebut digelar selama dua hari pada 10-11 September 2018.

Darmansyah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Muhi menambahkan kegiatan itu dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir. Kompetisi tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi siswa SMP dan SMA dan sebagai sarana publikasi sekolah dan ajang silahturahmi nasional.

“Kegiatan ini juga menunjang promosi pariwisata di Yogyakarta, karena untuk lomba lintas alam dilakukan di daerah Sermo Kulonprogo, dan untuk cabang fotografi dilakukan di Tamansari Yogyakarta,” jelasnya.

Muhammad Afif Dzulkifli, ketua panitia Monaco 2018 mengatakan beragam cabang lomba digelar kali ini. Untuk tingkat SMA antara lain debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sedangkan tingkat SMP diantaranya Olimpiade IPA, IPS dan Matematika.

“Kami juga menggelar lomba nasyid dan fotografi,” ujar Afif.

Peserta lomba berjumlah sekitar 900 siswa. Mereka berasal dari Jayapura, Samarinda, Palembang, Jambi dan kota-kota besar lainnya.

“Kami mengadakan pentas prestasi dengan tema Muhi Leasure Night Festival,” paparnya.(yve)