“Mother Dance”, Ajak Anda Masuk dalam “Ruang Kuburan”

233
Kawasan Gunung kelir

KORANBERNAS.ID—Pertunjukkan unik akan digelar oleh Pondok Pesantren Kaliopak di Pleret Bantul, DI Yogyakarta. Bertajuk Mother Dance, Ponpes Kaliopak mengemas seni pertunjukkan ini dalam gerak tubuh yang diiringi tembang Jawa. Menariknya, pementasan ini akan mengajak serta para penonton.

Mother Dance sendiri, berangkat dari pengalaman seorang aktor yang masih mengingat dengan sangat jelas tentang kematian seorang ibu. Pengalaman inilah yang menjadi dasar dari penciptaan kreativitas.

Pengalaman tentang kehilangan seseorang yang sangat berarti ini menggambarkan betapa kesedihan yang sangat mendalam dan memberikan refleksi tentang kedekatan manusia dengan kematian.

“Kemudian pengalaman tersebut menciptakan sebuah teks yang menjadi landasan dalam menciptakan sebuah peristiwa pertunjukan ini,” kata Brily, aktor teater yang menggarap pertunjukan Mother Dance ini dalam rilis ke Redaksi koranbernas.id.

Dijelaskan, cara yang dipilih dalam mendialogkan peristiwa teater tersebut dengan mengeksplorasi gerak tubuh dan tembang Jawa, yang dibingkai dengan judul Mother Dance.

Baca Juga :  Berburu Novel Jelang Liburan Akhir Tahun

“Saya ingin mengajak para pencinta teater untuk memasuki ruang kuburan. Praktik ziarah ini jarang dilakukan. Saya menawarkan konsep pertunjukan yang melibatkan penonton yang akan menjadi partisipan peristiwa pertunjukan,” lanjutnya.

Di pertunjukan Mother Dance, aktor dipertemukan dengan makam dari Kyai Panjang Mas dan Nyai Ratu Malang yang disebut dengan “Istana Kematian”.

Dari pertemuan tersebut, aktor meletakkan dirinya, dan kemudian menggali teks yang berada di ruang tersebut. Istana kematian memberikan teks yang kemudian menjadikannya sebagai teks pertunjukan, yaitu tentang kisah cinta dan kematian dari Kyai Panjang Mas dan Nyai Ratu Malang.

“Jadinya pertunjukan ini adalah hasil serapan dari teks sosial yang ada di ruang kuburan,” lanjut Brily.

Brily ingin mengajak para penonton untuk merasakan apa yang dilakukannya di ruang tersebut. Dalam diri manusia, menurut Brily, ada nilai-nilai yang melekat dan bisa menjadi kekuatan.

Baca Juga :  Wabup Beri Peringatan Guru Bersertifikasi

Dia memilih ruang kuburan guna menawarkan bagaimana nilai-nilai itu disampaikan lewat ruang spesifik. Karena itulah teks tentang kematian ibu yang melekat pada tubuh aktor mengalami perkembangan teks setelah bertemu dengan kisah dari Ibu Ratu Malang.

Kolaborasi teks ini yang menjadi titik dasar karya “Mother Dance” dipresentasikan menjadi sebuah peristiwa pertunjukan teater yang berada di komplek Istana Kematian yang terletak di Bukit Sentono, Gunung Kelir, Pleret, Bantul.

“Pementasannya kita gelar 31 Desember 2017 hingga 4 Januari 2018, pukul  16.00 WIB sampai dengan selesai,” terang Brily.

Peristiwa pertunjukan dengan waktu 5 hari berturut-turut memiliki landasan pemikiran dari sebuah pergerakan kebudayaan yang coba ditawarkan melalui peristiwa pertunjukan teater. (*/SM)