Muhammadiyah Gencar Internasionalisasi Dakwah

223
Lokakarya dan Pembelajaran Penanganan MuhammadiyahAid terkait pengungsi Rohingya di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Agus Taufiqurrahman mengungkapkan, Muhammadiyah menggagas program Penanganan MuhammadiyahAid terkait pengungsi Rohingya di Bangladesh. Gerakan kemanusiaan berskala internasional itu merupakan bagian dari misi internasionalisasi dakwah Muhammadiyah.

“Selain melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang tersebar di beberapa negara, dakwah internasionalisasi yang dilakukan Muhammadiyah yaitu melalui misi kesehatan, salah satunya yang dilakukan di Rohingya,” terang Agus di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya 62 Jakarta Pusat dalam Lokakarya dan Pembelajaran Penanganan MuhammadiyahAid terkait pengungsi Rohingya di Bangladesh, Senin (9/4/2018).

Sementara Budi Setiawan, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah, mengungkapkan MuhammadiyahAid merupakan tim ad hoc (komisi khusus) yang dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menjalankan misi kemanusiaan di luar negeri. Misi kemanusiaan internasional yang dilakukan Muhammadiyah sudah berjalan cukup lama.

Baca Juga :  Dari Ruang Ini Bupati Bisa Hubungi Seluruh Camat

“2007 kita mengirim tim ke Palestina, pernah juga ke topan Haiyan di Filipina tahun 2013, ke Nepal ketika ada gempa dan yang ini ke Bangladesh,” jelas Budi.

Budi menambahkan, khusus penanganan pengungsi Rohingya di Bangladesh ini bisa disebut sebagai program terbesar Muhammadiyah. Program MuhammadiyahAid untuk Rohingya sudah dimulai sejak Januari 2017, dan telah mengirimkan sebanyak 14 tim kesehatan dan akan mengirimkan tim ke 15.

MuhammadiyahAid yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia dipercaya sebagai koordinator klaster kesehatan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sehingga khusus untuk masalah penanganan kesehatan, bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya oleh Muhammadiyah. Hal tersebut tidak lepas dari kesiapan Muhammadiyah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) siap pakai dari banyak rumah sakit dan pusat kesehatan yang dimiliki oleh Muhammadiyah.

Baca Juga :  Tolak Pancasila, UGM Nonaktifkan Dua Dosen

“Pemberian bantuan luar negeri terutama dalam bentuk layanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya direncanakan berjalan hingga Desember 2018,” paparnya.

Wakil Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah Wachid Ridwan menjelaskan yang menjadi pedoman bagi MuhammadiyahAid untuk bergerak adalah bagaimana menghilangkan penderitaan.

“Fokus Muhammadiyah Aid dalam misi kemanusiaan Rohingya bukan hanya sekadar memberikan bantuan, namun juga memiliki tujuan dan harapan dalam menghilangkan penderitaan yang selama ini dirasakan oleh warga Rohingya,” imbuhnya.(*/yve)