Mulai Hujan, Tetap Waspadai Kebakaran

239

KORAN BERNAS.ID–Lurah Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta  Kresna Iriyanto mengimbau warganya untuk waspada terhadap bahaya kebakaran. Meskipun saat ini hujan sudah sering turun, tetapi kebakaran tidak selalu berkait dengan musim kemarau.

“Kebakaran yang menimpa empat rumah di  RW 13 Nitikan, penyebabnya karena hubungan pendek arus listrik. Juga yang terjadi di RW 08 Jetis Pakel dua hari sebelumnya kabarnya juga karena penyebab yang sama,”kata Kresna menjawab pertanyaan koranbernas.id, Jumat (29/09/2017) di kantornya berkait dengan musibah kebakaran beruntun di wilayahnya.

Seperti pernah diberitakan media ini, Sabtu (16/09/2017) petang, kebakaran menimpa rumah keluarga Supangat di RW 08. Kemudian Senin dua hari berikutnya musibah yang sama terjadi di RW 13.

Menurut Kresna, kasus di Nitikan UH VI Nomor 259 RT 51  RW 13 terjadi akibat pemakaian kabel listrik yang tidak standar, ditambah terlalu banyak beban sambungan. Dalam pemakaian jangka panjang, potensial terjadi konsleting dan berakibat fatal.

Baca Juga :  Entepreneur Pertanian Perlu Dicetak

Apalagi rumah Suroso (56) dalam keadaan kosong karena pemiliknya berjualan di tempat lain, sehingga hal itu tidak cepat terdeteksi.

Dipicu angin bertiup kencang saat tengah hari itu, membuat api dengan cepat membesar.  Selain membakar habis rumah dan isinya, api juga merembet tiga rumah di dekatnya. Masing-masing rumah Ny Rina (48), rumah Widyo Hadi terbakar atapnya serta membakar teras rumah Nur Hidayat.

Juga terbakar sebuah sepeda motor dan dua sepeda onthel yang dititip di rumah Ny Rina yang kosong ditinggal pemiliknya ke Palembang.  Beruntung empat mobil Damkar mampu dengan cepat memadamkan api sehingga tidak merembet ke rumah lain di permukiman padat penduduk itu

Dia menyarankan, bila terjadi musibah kebakaran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah meminra bantuan ke Dinas Pemadam Kebakaran serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Upaya swadaya warga memadamkan api patut diapresiasi. Tetapi kalau api sudah membesar, menyiram dengan  air seember demi seember tidak akan membawa hasil. Justru yang perlu menyiramkan untuk mencegah agar api tidak menjalar ke bangunan lain.

Baca Juga :  Calon DPD Jangan Daftar Mepet Waktu

Dia mengimbau agar warga menggunakan kabel listrik ukuran standart. Meski harganya lebih mahal, namun lebih aman. Juga tidak menjadikan satu stop kontak untuk banyak saluran.

Kresna Irianto salut pada warganya, bahkan warga RW lain yang berinisiatif untuk mengumpulkan dana guna membantu korban kebakaran. Ini sebuah implementasi dari kegotongroyongan masyarakat yang perlu dipupuk.

Selain kebakaran, Kresna di setiap pertemuan dengan warga juga selalu mengimbau untuk selalu waspada dengan Demam Berdarah Dengue serta Leptoporosis yang ditularkan melalui kencing tikus.

Sorosutan pernah mencatat kelurahan tertinggi DBD-nya se Kota Yogyakarta. Bahkan ada beberapa korban meninggal. Juga kencing tikus  pernah merenggut nyawa seorang warga di RW 01. Untuk menghindari masalah-masalah berkait dengan kesehatan, Kresna mengimbau untuk membiasakan perilaku hidup sehat. (SM)