Munaslub Lebih Cepat Lebih Baik

195
Dedi Mulyadi, Akbar Tanjung dan Gandung Pardiman menyampaikan keterangan pers sebelum acara diskusi kader di Graha GPC Imogiri Bantul, Minggu (03/12/2017).

KORANBERNAS.ID – Desakan ke arah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar semakin kuat, supaya partai berlambang pohon beringin itu segera bangkit kembali.

“Munaslub lebih cepat lebih baik. Sudah 31 DPD tingkat satu mendesak segera munaslub. Ada usulan tanggal 16 dan 17 Desember 2017. Ini harapan kita, karena kita ingin segera ada perubahan dan konsolidasi,” ungkap Dedi Mulyadi, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Kepada wartawan Minggu (03/12/2017) di Graha GPC Imogiri Bantul saat menjadi pembicara Diskusi Kader di sela-sela Pelantikan Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, dia menyatakan munaslub tidak ada kaitannya dengan proses hukum terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto.

“Itu tidak perlu lagi. Tidak ada urusannya dan tidak terkait dengan proses hukum. Ini (munaslub) proses politik. Munaslub itu kebutuhan  organisasi,” kata dia.

Baca Juga :  Prosesi Kirab Iringi Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

Menurut dia, munaslub kali ini ada nuansa berbeda. Dulu, Partai Golkar di bawah Akbar Tanjung melakukan perubahan dari dalam karena tidak dipercaya publik, sekarang yang terjadi sebaliknya.

Publik justru mendukung perubahan di Partai Golkar, maka momentum tersebut tidak boleh dilewatkan begitu saja. Dijadwalkan Dedi Mulyadi bersama utusan DPD tingkat satu dari 31 provinsi se-Indonesia akan menemui DPP supaya segera menggelar munaslub. “Jangan sampai momentum itu lewat. Politik itu momentum,” tandasnya.

Sependapat, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung, menyatakan munaslub sudah  dikehendaki oleh 31 DPD tingkat satu. Munaslub merupakan jalan menuju perubahan Partai Golkar yang sesuai dengan mekanisme AD/ART. Semua daerah sudah bulat mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

Baca Juga :  Hipakad Harus Jadi Loyalis Pancasila

“Ini momentumnya. Saya sudah komunikasi dengan tokoh-tokoh Partai Golkar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Munaslub kewenangannya tidak berbeda dengan Munas,” ungkap Akbar Tanjung.

Selain itu, dari pertemuannya dengan para tokoh senior HMI dan KAHMI di berbagai daerah, mereka juga menghendaki harus ada perubahan signifikan di Partai Golkar. “Agar kita bisa bangkit kembali dan jaya kembali serta insyaAllah menang Pemilu,” kata dia.

Berdasarkan desakan dari 31 DPD tingkat satu, munaslub Partai Golkar besar kemungkinan diselenggarakan di Yogyakarta. Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman, maupun Ketua DPD Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti menyatakan siap Yogyakarta jadi tuan rumah munaslub. (sol)